Vaksin Astrazeneca

Saya mendapat nomor antrian 96,hari itu cuaca cukup panas. Di meja pertama saya serahkan nomor antrian dan fotocopy KTP. Di meja kedua tensi darah dan cek gula darah. Tensi darah 110 dan gula darah saya normal. Di meja keempat seorang dokter perempuan yang beralis bagus cetar membahana bertanya pada saya. Apakah saya pernah terpapar covid 19?belum. Apakah saya pernah kontak langsung dengan penderita covid 19?tidak. Apakah saya sedang mengkonsumsi obat?tidak.

Pertanyaan selanjutnya, apakah saya alergi obat?tidak. Apakah saya pernah menderita penyakit jantung, diabetes,asma,auto imun, hipertensi atau lainnya?tidak. Lalu saya diperbolehkan menuju meja kelima. Disinilah eksekusi dimulai. Benda yang kecil itu namun tajam menghujam kulit dan daging di bagian lengan sebelah kiri. Saya tidak berani melihat jarum suntiknya. Cukup baca Bismillah lalu sekian detik si dokter bilang sudah. Alhamdulillah tidak terlalu sakit,hanya seperti digigit sepuluh semut kecil.

Meja keenam adalah yang terakhir, setelah mengumpulkan berkas saya harus menunggu beberapa menit sampai nama saya dipanggil. Setelah itu saya mendapat selembar kertas yang berisi keterangan saya sudah divaksin. Yang kemarin dosis pertama. Dosis kedua akan diberikan tanggal 13 September 2021.

Lalu apa yang terjadi setelah itu?siang divaksin,sore sampai malam saya menggigil luar biasa.Lalu saya segera makan yang banyak dan minum obat. Dan tidur pulas setelah itu. Teman saya bilang,itu hal biasa,berarti vaksinnya sedang bekerja. Seluruh tulang berasa linu,ngilu banget seperti ditempel es batu. Tapi besoknya saya sudah sehat lagi. Alhamdulillah.