PPDB DKI

Penerimaan Peserta Didik Baru(PPDB) DKI ada beberapa jalur. Antara lain jalur Afirmasi(KJP),jalur inklusi,jalur zonasi,jalur prestasi dan jalur tahap akhir. Keponakanku yang berinisial R berhasil masuk SMP negeri dari jalur Afirmasi. Sementara keponakanku yang berinisial A tidak berhasil masuk SMK negeri dari jalur prestasi. Semua nilainya antara 7 dan 8 kecuali IPA ketika kelas delapan dengan poin 69.

Ditambah lagi si A ini pengennya jurusan TKJ yang banyak peminatnya. Teknik Komputer Jaringan mungkin menginginkan passing grade yang tinggi untuk calon peserta didik. Sama seperti jurusan RPL(Rekayasa Perangkat Lunak) passing gradenya lumayan tinggi.

Kalau misalkan si A ikut jalur Afirmasi,susah juga. Usianya saat ini belum enam belas tahun. Si A tepat berusia enam belas tahun nanti pada saat bulan November. Sudahlah,akhirnya pilih SMK swasta jurusan TKJ dengan mengeluarkan uang sebesar tujuh juta rupiah.

Banyak orangtua murid yang demo mengenai PPDB tahun ini. Mungkin karena tidak ada nilai UN akhirnya ada jalur yang diprioritaskan untuk usia tua. Dia yang lebih tua akan diterima. Nah,karena demo demo itu dibuatlah jalur baru yaitu jalur Zonasi satu RW. Tapi percuma saja,didekat rumahnya si A tidak ada SMK negeri.

Selamat buat kalian yang mendapatkan,SMP,SMA atau SMK negeri. Kedepannya semoga ada perbaikan mengenai PPDB DKI dan wilayah lainnya. Sehingga tidak ada demo demo lagi. Dan besok pagi dimulainya tahun ajaran baru 2020-2021. Sudah ada pengumuman di WA grup akan ada live Instagram dengan para guru di sekolah.

Sepatu dan Monas

Pagi ini Jasmine ada acara jalan jalan ke Monas dari sekolahnya.  Sebenarnya bukan cuma ke Monas, tapi sekaligus ke beberapa museum di Jakarta.  Jam setengah enam pagi sudah siap siap berangkat, lalu terdengarlah teriakan itu”Mama……. sepatuku dimana??? “suaranya yang kencang mampu membangunkan adiknya yang lagi tidur.  Lalu kujawab” Di rak sepatu”aku menjawab dengan suara agak kencang.  Posisinya saat itu aku lagi di kamar tidur dan Jasmine di ruang tamu.  “Ga ada……” teriakan selanjutnya terdengar dari mulut Jasmine.  Aku segera turun dari tempat tidur supaya pak suami ga marah karena pagi pagi di rumah ada dua makhluk hidup yang teriak teriak dan bikin sakit telinga.

Setelah aku sampai di depan rak sepatu, kususuri semua satu persatu dengan teliti.  Waduh, beneran ga ada sepatu yang dimaksud.  Semalem di rumah ada acara pengajian 40hari meninggalnya almarhum Ibu.  Aku lupa pasti rak sepatu ada yang memindahkan posisinya. Aku cari di teras ga ada, aku cari di kolong meja dan kursi ga ada, aku cari di dekat dapur ga ada.  Setengah jam aku dan Jasmine mencari sepatu tersebut hasilnya nihil.

Akhirnya aku suruh Jasmine pakai sepatu merek Ardilles tapi dia ga mau.  Dia kekeh pengen pake sepatu merek Warior. Kepalaku pusing cari sepatu ga ketemu ditambah lagi berdebat sama makhluk kecil yang satu ini. Yang terkadang sifatnya ngeyel..

Akhirnya aku ancam”Ya udah, pilih mana? pilih pakai sepatu Ardilles atau tidak ikut ke Monas? ” Dengan wajah cemberut dipakainya sepatu Ardilles dengan terburu buru.  Segera cium tangan dan pamit ke sekolah.  Bapaknya yang mau mengantar cuma tersenyum melihat anak gadisnya cemberut.

Up date terbaru di grup WA mereka sudah sampai jalan tol MT Haryono menuju Monas, semoga pergi dan pulang selamat tanpa ada kendala, amin. Tahukah kalian dimana sepatu itu berada? sepatu tersebut baru ketemu jam sepuluh pagi dan ternyata ada di bawah karung.  Karung yang berisi baju baju bekas almarhumah Ibu.

Single Parent

Tadi sekitar jam lima sore,kusempatkan mampir ke sebuah warung pulsa di dekat rumah. Pemilik warung tersebut seorang perempuan single parent,yang kebetulan usianya hanya berbeda satu tahun dariku. Aku sering memperhatikan penampilannya,dia sering memakai kaos oblong dan hotpants. Dia cantik,berkacamata dan rambutnya dicat warna coklat. Kalau ada salah satu tetangga yang nyinyir tentang hotpantsnya,aku cuek saja. Kenapa aku cuek?ya karena perempuan single parent itu beragama Nasrani. Okelah,aku sebut saja perempuan single parent itu dengan inisial Y.

Ketika aku berteman atau bertetangga,aku tidak pernah mempersalahkan apa agama mereka. Yang penting bisa saling menghormati satu sama lain. Bukankah di Al Qur’an sudah ditulis “Bagiku agamaku dan bagimu agamamu.”

Sambil aku beli pulsa XL,si Y curhat soal anaknya yang kelas 3SD. Anaknya laki laki dan selalu dapat rengking satu di kelas. Dia cerita kalau di grup WA sekolah anaknya sering ada komentar nyinyir soal anaknya. Anaknya sering dibilang anak kesayangan ibu guru.

Si Y ini tampak tidak suka dengan komentar “anak kesayangan ibu guru.” Buat si Y,anaknya selalu dapat rengking satu karena memang berkompeten dalam hal pelajaran sekolah,bukan karena anaknya kesayangan ibu guru. Seringnya dapat komentar “anak kesayangan bu guru” membuat Y jadi malas antar jemput anaknya ke sekolah. Dan tugas antar jemput anaknya dialihkan ke adiknya. Si Y bilang pengen ke sekolah anaknya pada saat ambil raport saja atau memang ada keperluan yang mendesak.

Aku pikir anak pintar di sekolah ga pernah dibully,ternyata dibully juga seperti anaknya si Y. Dibully dengan cara disindir sindir sebagai “anak kesayangan bu guru.” Lalu aku kasih semangat ke Y,kalau dia jangan terlalu mempersalahkan hal tersebut. Kalau itu terjadi pasti karena banyak yang sirik dengan keberhasilan anaknya. Begitulah hidup,kita yang menjalani dan oranglain yang berkomentar,hehehe.

Kabinet Indonesia Maju

Tadi pagi presiden Jokowi sudah mengumumkan 34 menteri dan pejabat setingkat menteri di Kabinet Indonesia Maju. Dari sekian nama yang diumumkan saya sangat tertarik dengan sosok Nadiem Anwar Makarim,MBA. Laki laki yang lahir di Singapur pada tanggal 4 Juli 1984.

Beliau dipilih Jokowi untuk menempati pos Mentri Pendidikan dan Kebudayaan. Diluar prediksi banyak pihak. Karena banyak yang mengira beliau akan menempati Menkominfo atau Mentri Digital Ekonomi(pos baru yang tidak jadi). Suami dari Franka Franklin ini memang tidak punya background di bidang pendidikan tapi kemampuannya di bidang IT pasti akan sangat membantu untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.

Nadiem Anwar Makarim,MBA adalah mentri termuda di Kabinet Indonesia Maju. Bapak satu anak ini baru berusia 35 tahun ketika dilantik menjadi Mendikbud. Semoga jiwa milenialnya mampu membuat kualitas para guru di Indonesia semakin meningkat.

Banyak meme yang bermunculan tentang Nadiem Anwar Makarim.Salah satunya ada yang bilang bayar SPP bisa pakai gopay. Saya sih inginnya dengan Nadiem Anwar Makarim menjadi Mendikbud maka tidak ada lagi guru yang gaptek. Tidak ada lagi murid memukul guru atau sebaliknya pak guru menampar muridnya yang ketahuan merokok.

Nadiem Anwar Makarim pasti akan fokus membangun SDM Indonesia yang jago IT sekaligus jago bisnis seperti dirinya. Mantan bos gojek ini akan memperkenalkan dunia internet mulai dari kelas satu SD. Internet yang baik,yang bisa mendukung dunia pendidikan dan kecerdasan berpikir anak anak Indonesia. Selamat bekerja Bapak Nadiem Anwar Makarim,selamat bekerja Bro!!!

 

Kenaikan Kelas

Kemarin saya sudah ambil raport Jasmine di sekolahnya. Alhamdulillah,naik ke kelas 5. Selesai ambil raport ada acara tiup lilin dan potong kue karena kebetulan hari itu bu guru ulang tahun. Bu guru tampak bahagia mendapat kejutan ulang tahun dari orang tua murid dan peserta didiknya. Happy birthday bu guru,barakallah fii umrik.

Beliau masih berstatus guru honorer tapi kebetulan backgroundnya dari PGSD,jadi tidak perlu kuliah lagi. Beda dengan beberapa guru honorer lainnya yang meskipun sudah SPd(sarjana pendidikan)tapi disarankan kuliah lagi jika jurusan yang diambil ketika kuliah bukan PGSD.

Ada salah satu orangtua murid yang pasang status WA seperti ini”jangan tanyakan berapa rangking anakmu di kelas,tapi tanyakan kepada dirimu sendiri berapa jam kamu bisa mendampinginya belajar.”.Saya sendiri tidak terlalu memusingkan Jasmine dapat rangking berapa di kelasnya. Yang terpenting dia bisa memahami suatu pelajaran dengan baik. Terutama untuk mata pelajaran matematika,karena logika berpikirnya kadang harus terus dilatih supaya bisa memecahkan soal soal matematika yang sulit.

Selamat buat kalian murid murid SD,SMP dan SMU yang sudah naik kelas dan mendapat nilai bagus di raportnya. Selamat berlibur,selamat menikmati hari hari kalian yang menyenangkan. Jangan lupa bahagia dan jangan lupa tersenyum setiap harinya. Dan nanti tanggal 15 Juli 2019 jangan lupa masuk sekolah dengan penuh semangat di tahun ajaran baru. Bertemu teman teman baru dan guru baru di kelas yang baru. Teruslah menimba ilmu dengan penuh semangat demi masadepanmu yang cerah,amin.