Yuni

Mohon maaf,kalo misalkan saya tulis disini film Yuni mengisahkan tentang LGBT,adakah yang marah?semoga tidak. Karena sudut pandang tiap orang berbeda. Langsung saja adegan diskip ketika ibu wakil Bupati memberikan penyuluhan bahwa di sekolah Yuni akan diadakan tes keperawanan. Mimik muka Yuni bingung,tes keperawanan itu seperti apa?. Persis beberapa tahun yang lalu ketika saya pakai seragam putih abu abu Saya sempat bingung,ketika waktu itu di sekolah ada penyuluhan tentang narkoba dan HIV AIDS. Mimik muka saya bingung,ketika salah satu pembicara bertanya”kalian tahu ga ciuman yang disedot itu seperti apa?”. Oke skip.

Film Yuni disutradarai oleh Kamila Andini dan pemeran utamanya Arawinda Kirana. Yuni sangat menyukai warna ungu. Ini mengingatkan saya dengan teman bernama Gerwyn,dia sangat suka warna ungu. Balik ke Yuni,motornya warna ungu,helmnya warna ungu,tasnya warna ungu dan lain lain.

Ada teman sekolah Yuni bernama Yoga(Kevin Ardilova). Yoga jatuh cinta ke Yuni,tapi tidak berani mengungkapkan. Kevin Ardilova mengingatkan saya pada kondekturnya Ajo Kawir(beda film). Menjelang kelulusan Yuni dilamar tiga pria. Pertama,bernama Iman seorang mandor pabrik. Yuni menolaknya. Yang kedua,pria beristri dengan menyodorkan uang 25juta. Tentu saja Yuni menolak,dia tidak ingin dimadu. Yang ketiga,Pak Damar(guru) yang ternyata beliau seorang gay.

Pada akhir adegan,Yuni memakai baju pengantin dan Pak Damar juga memakai baju pengantin. Tapi ijab kabul tidak pernah ada. Saya salut pada Marissa Anita di film ini,cantik banget pakai jilbab lebar walaupun beliau seorang Nasrani. Marissa Anita berperan sebagai Ibu Lis. Ibu Lis sangat menginginkan Yuni dapet beasiswa lalu kuliah. Tapi keinginan Ibu Lis tidak terwujud.

Di film ini saya suka lagu Mimpi milik Anggun C.Sasmi “dalam hitam gelap malam……kuberdiri melawan sepi……disini dipantai ini….telah terkubur sejuta kenangan…….”

Si Yuni jago main gitar dan nyanyi. Trus ada adegan Yuni cs nyanyi bareng sambil ditemani api unggun. Mungkin geng mereka bisa dibilang”perempuan perempuan yang terluka”.