Tumpeng

IMG_20200816_190637

Hari ini Indonesiaku tercinta ulang tahun ke 75tahun.Usia yang tua untuk seorang manusia.Istilahnya sudah lansia.Tapi untuk sebuah negara masih banyak yang perlu diperbaiki.Apalagi ditengah wabah corona seperti saat ini.HUT RI kali ini pak rt mengadakan lomba tumpeng.Isinya antara lain nasi uduk,ayam,perkedel,bihun,tempe orek,telor balado dan lain lain.Meskipun tidak ada keramaian tetap terhibur dengan melihat berbagai macam tumpeng dirumah pak rt.

Di grup WA bu guru sudah menginfokan untuk menyaksikan upacara bendera dari televisi.Perayaan kali ini di Istana Negara terasa berbeda.Jumlah peserta paskibraka yang dilantik hanya delapan orang.Dan pada saat pelaksanaan hanya tiga orang yang bertugas.Dua laki laki dan satu perempuan.Yang kuingat namanya Sylvia Kartika Putri,Muhammad Asri,dan Muhammad Adzan.Berharap suatu saat salah satu anakku bisa jadi Paskibraka tingkat nasional,amin.Sekali lagi Dirgahayu Indonesiaku tercinta.Semoga bisa merdeka dari Corona.Bisa tambah maju dan memiliki SDM yang bagus,amin.

Kabinet Indonesia Maju

Tadi pagi presiden Jokowi sudah mengumumkan 34 menteri dan pejabat setingkat menteri di Kabinet Indonesia Maju. Dari sekian nama yang diumumkan saya sangat tertarik dengan sosok Nadiem Anwar Makarim,MBA. Laki laki yang lahir di Singapur pada tanggal 4 Juli 1984.

Beliau dipilih Jokowi untuk menempati pos Mentri Pendidikan dan Kebudayaan. Diluar prediksi banyak pihak. Karena banyak yang mengira beliau akan menempati Menkominfo atau Mentri Digital Ekonomi(pos baru yang tidak jadi). Suami dari Franka Franklin ini memang tidak punya background di bidang pendidikan tapi kemampuannya di bidang IT pasti akan sangat membantu untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.

Nadiem Anwar Makarim,MBA adalah mentri termuda di Kabinet Indonesia Maju. Bapak satu anak ini baru berusia 35 tahun ketika dilantik menjadi Mendikbud. Semoga jiwa milenialnya mampu membuat kualitas para guru di Indonesia semakin meningkat.

Banyak meme yang bermunculan tentang Nadiem Anwar Makarim.Salah satunya ada yang bilang bayar SPP bisa pakai gopay. Saya sih inginnya dengan Nadiem Anwar Makarim menjadi Mendikbud maka tidak ada lagi guru yang gaptek. Tidak ada lagi murid memukul guru atau sebaliknya pak guru menampar muridnya yang ketahuan merokok.

Nadiem Anwar Makarim pasti akan fokus membangun SDM Indonesia yang jago IT sekaligus jago bisnis seperti dirinya. Mantan bos gojek ini akan memperkenalkan dunia internet mulai dari kelas satu SD. Internet yang baik,yang bisa mendukung dunia pendidikan dan kecerdasan berpikir anak anak Indonesia. Selamat bekerja Bapak Nadiem Anwar Makarim,selamat bekerja Bro!!!

 

Akhirnya

presiden-jokowi-istana-bogor

Akhirnya hasil sementara pemilu 2019 sudah dipublikasikan. Walaupun hasilnya belum fix tapi sudah berhasil membuat saya lega. Hasil sementara berdasarkan quick count adalah Jokowi 54,45% dan Prabowo dengan angka 45,55%. Dan saya masih harus bersabar sampai tanggal 22 Mei 2019. Karena di tanggal tersebut ada keputusan resmi dari KPU.

Pemilu kali ini penuh drama,karena banyak yang meninggal dan sakit. Gimana ga sakit begadang sampai pagi menghitung surat suara. Mungkin untuk selanjutnya perlu dievaluasi mekanisme penghitungannya oleh Mendagri. Bahkan salah satu ketua KPPS berharap tanggal 17 April 2019 hujan deras tapi ternyata cuaca cerah ceria. Dan tingkat partisipasi masyarakat di pemilu 2019 mencapai angka 80%. Lumayan capek menghitung surat suaranya. Semoga kerja mereka penuh keikhlasan demi Indonesia yang lebih baik untuk 5tahun mendatang.

Untuk partai pemenang pemilu sementara dipegang PDI dengan jumlah19,7% lalu peringkat kedua partai Gerindra dengan angka 12,88%. Peringkat ketiga sipartai kuning(Golkar) dengan angka 11,86%. Untuk tahun ini PKB berhasil mengumpulkan jumlah suara sebanyak 9,19% dan PKS dengan angka 8,75%.

Foto di atas adalah laki laki kurus berjaket biru yang lahir pada tanggal 21 Juni 1961. Tanggal kelahirannya cuma beda lima hari dengan tanggal kelahiran saya. Laki laki yang mungkin akan menjadi pemenang di pemilu 2019. Laki laki yang tingkat kesabarannya mungkin hampir sama dengan seorang sufi.

Sementara di kubu 02 masih ada sosok seorang jendral gagah yang lahir pada tanggal 17 Oktober 1951. Pendukungnya tidak kalah banyak dibanding kubu Jokowi. Beliau sudah deklarasi kemenangan. Kita lihat saja hasilnya tanggal 22 Mei nanti apakah relevan dengan deklarasi kemenangan tersebut.

Pemilu kali ini pagi pagi saya sudah antri di TPS 111 dekat rumah saya. Sementara suami di rumah jaga anak saya yang kecil. Ketika saya pulang barulah gantian dia menuju ke TPS. Euforia pemilu 2019 lumayan terasa dirasakan masyarakat Indonesia. Mungkin karena baru pertama kali pilpres dan pileg digabung pelaksanaannya.

Di RT saya Jokowi sebagai pemenang dan di RT sebelah Prabowo sebagai pemenang. Tidak masalah berbeda pilihan yang penting Indonesia tetap damai. Indonesia yang tahun ini akan mencapai usia 74tahun. Indonesia yang semakin tua dan semoga saja Indonesia semakin maju. Terutama maju di bidang SDM. Jadi ga ada lagi manusia Indonesia yang buang sampah sembarangan. Dan semoga suatu saat nanti pendidikan rata rata rakyat Indonesia adalah S1.

Negara ini masih banyak kekurangan. Tapi saya terlanjur jatuh cinta dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Karena disinilah saya lahir dan dibesarkan. Seperti kata Agustinus Wibowo negeri seberang begitu indah,namun hanya fantasi. Fantasi tiga dimensi yang menemani mimpi mimpi sekian persen rakyat Indonesia. Fantasi orang orang yang hidup di seberang garis batas. Takdir manusia terkotak kotak dalam garis batas. Dan semoga manusia Indonesia semakin mencintai negerinya.