Adik Ipar

Saya memiliki adik ipar, perempuan berusia tiga puluh tahun. Adiknya suami yang nomor dua. Sifatnya seperti angin, kadang baik kadang begitulah. Sepertinya dia selalu cemburu dengan keluarga saya. Dia selalu menganggap keluarga saya selalu diprioritaskan oleh ibu mertua.

Mungkin bisa dibilang cemburu atau iri hati. Menurut yang saya tahu cemburu atau iri hati adalah satu emosi yang timbul ketika seseorang yang tidak memiliki keunggulan menginginkan yang tidak dimilikinya. Suatu hari kami berkumpul di rumah ibu mertua. Adik ipar datang lebih awal. Satu jam kemudian keluarga saya baru datang. Semua menyambut gembira ketika Farzan yang lucu datang. Ibu mertua segera mencium dan menggendong Farzan.

Ekspresi wajah adik ipar langsung cemberut. Ekspresi wajahnya seperti kertas kecil yang dilipat jadi dua puluh. Pokoknya ekspresi wajahnya tidak enak dilihat. Ditambah lagi ibu mertua segera ke pasar untuk membeli ayam, daging, sayuran dan segala macam keperluan memasak. Katanya demi cucu cucunya yang akan menginap. Ibu mertua pergi ke pasar dibonceng motor salah satu ponakan. Dan ketika ibu mertua sedang di pasar, adik ipar pergi begitu saja tanpa pamit.

Mungkin dia merasa anak saya diperlakukan istimewa dan anaknya tidak. Padahal tidak seperti itu. Ibu mertua selalu berusaha adil ke semua cucunya. Ibu mertua kaget ketika pulang dari pasar si adik ipar sudah tidak ada di tempat. Lalu ibu mertua segera mengecek hp. Ternyata si adik ipar pasang status WA seperti ini:” selalu dia yang diistimewakan.”

Raut muka ibu mertua langsung bersedih. Saya gak tega melihatnya.