Roy Kiyoshi

p

Paranormal yang satu ini lagi ngehits banget gara gara acara Karma di Anteve. Paranormal gaul dengan rambut dicat dan penampilan seperti oppa Korea. Laki laki yang satu ini lahir pada tanggal 24 Februari 1987. Jago ngedance Korea pada saat acara Brownis di Transteve.

 

Terlahir sebagai anak Indigo,Roy mungkin hampir sama kebiasaannya dengan Risa Sarasvaty dan Sara Wijayanto. Dua perempuan indigo yang biasa berkomunikasi dengan makhluk halus. Mereka terlahir indigo karena memang sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Tidak bisa mengelak dan menurut Roy Kiyoshi hal tersebut tidak perlu dihilangkan.

 

Lanjut mengenai acara Karma. Acara ini ratingnya bagus di Anteve sampai sampai dibuatkan buku dan dibikin “Roy Kiyoshi The Series”. Acara Karma mendapat lisensi dari acara Secret Number di Thailand. Menurut salah satu teman saya yang pernah menjadi crew Anteve,acara tersebut lima puluh persennya settingan. Dan sisanya curhat seseorang mengenai masalalu,santet,pelecehan seksual di masa kecil dan sebagainya.

 

Sebenarnya tujuan Roy Kiyoshi bagus untuk membantu seseorang keluar dari karma buruk atau masalalu yang buruk. Ingin membuat seseorang move on dari hal hal buruk. Intinya Roy Kiyoshi pernah berucap”biarkan oranglain berbuat jahat kepada kita tapi jangan dibalas. Karena cepat atau lambat orang tersebut akan mendapatkan karma.”

 

Acara ini dipandu oleh host kenamaan Robby Purba yang terkadang dari ekspresi wajahnya kelihatan dia takut ketika ada seseorang yang bercerita di depan Roy. Cerita tentang makhluk halus yang mengikuti atau kejadian kejam ketika kakak kandung memperkosa adik perempuannya.

 

Baru beberapa menit yang lalu saya baca berita bahwa ada wacana untuk mengharamkan acara Karma dari MUI. Tapi keputusan tersebut belum fix,karena MUI harus observasi terlebih dahulu.

 

Semoga saja acara ini tidak benar benar dihentikan. Kasihan ribuan orang yang sudah terlanjur ngefans dengan Roy Kiyoshi. Dan rating acara yang sudah bagus. Intinya diambil positifnya saja dan dibuang yang buruk.

Iklan

Sosok Seorang YouTuber

Imutnya Gita Savitri Devi, Youtuber & mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jerman

Lagi pengen ngomongin anak muda yang satu ini. Namanya Gita Savitri Devi. Cantik,pinter,berjilbab dan layak dijadikan panutan dede dede gemes diluar sana. Daripada ngelike a*k*r*n yang kadang adegannya agak vulgar lebih baik ngelike yang satu ini.

 

Perempuan asal Palembang ini lahir pada tanggal 27Juli 1992. Saat ini sedang menyelesaikan skripsi di Freie University di Berlin(Jerman). Suka sama sosoknya yang pekerja keras. Disalah satu tulisannya di blog dia bilang harus kerja di pabrik demi bisa bertahan hidup di Jerman. Jam kerjanya setiap hari 9jam. Dan itu dengan posisi kerja yang harus berdiri dari pagi sampai sore.

 

Viewernya di youtube sudah mencapai 105.000orang. Dan satu lagi yang patut dicontoh adalah gaya hidupnya tidak hedon. Setiap dia ke Jakarta dia ga pernah mau ke Starbuck. Alasannya simpel karena mahal. Dia punya duit tapi dia tidak mau bergaya hidup hedon.

 

Di youtube dia sering ngeshare kegiatannya bareng Paul(pacarnya). Paul kuliah di Jerman tapi ambil jurusan kedokteran. Dia bikin tulisan yang terkesan “ngamuk” pada saat netizen komentar bahwa Paul pindah agama karena dipaksa Gita. Kalau gw jadi Gita mungkin kesel juga kali yah kalo ranah pribadi diobok obok orang lain.

 

“Seharusnya mereka mikir,akibat komentar mereka pihak keluarga(orangtua) jadi bertanya macem macem dan mesti ngejelasin panjang lebar.”itu salahsatu tulisan diblognya Gita. Sabar ya Gita,hidup memang seperti itu,kita yang ngejalanin tapi oranglain yang komentar.

 

Gita pernah mengcover salahsatu lagu Tulus yang judulnya Teman Hidup.”Tetaplah bersamaku…jadi teman hidupku…berdua kita jalani cerita….”Divideo tersebut Paul yang main gitar dan Gita yang nyanyi. Keliatan banget ada chemistrynya,satu sama lain saling memandang penuh cinta,bikin melted.

 

Si Gita pernah komentar “orang tahunya Gita yang sekarang,Gita yang punya kamera bagus buat bikin foto. Padahal nabungnya lama banget buat beli benda yang satu itu. Sampe makanpun harus berhemat banget,lebih sering makan cuma pake telor. Ngirit setengah mati selama hidup di Jerman. Orang tahunya hidup gw enak punya kosmetik mahal dari luarnegeri. Padahal itu semua gratisan dan sebagai timbal baliknya harus sering sering mempromosikan produk mereka.”

 

Gita pernah cerita soal masa kecilnya waktu SD. Disebuah sekolah negeri dekat pasar tradisional yang becek. Bagaimana dia menghargai teman temannya yang anak tukang ojek,tukang becak dan anak pedagang pasar. Kehidupan yang mengagumkan menurutnya karena mengajarkan nilai nilai kehidupan yang sederhana. Keluar masuk pasar yang becek,yang jika hujan menyebabkan genangan air yang menimbulkan aroma tidak sedap. Gita menikmati saat saat seperti itu. Dimana ketika menilai seseorang tidak hanya dari penampilan luar. Persahabatan yang penuh makna dan penuh ketulusan. Mungkin zaman sekarang susah menemukan arti sahabat. Sahabat yang bukan sekedar kepo tapi harus benar benar empati ketika temannya sedang kesulitan. Terkadang arti sahabat kita temukan ketika hidup kita ada dititik yang paling bawah. Disaat semua orang meninggalkan justru mereka bertahan,itulah arti sahabat. Ada disaat suka maupun duka.

 

 

Koh Ahok

 

ahok

Basuki Tjahaya Purnama,itulah nama lengkapnya. Tapi lebih dikenal sebagai Ahok. Siapa sih orang Jakarta yang ga kenal Ahok??semua orang pasti mengenalnya. Sosok yang berani,berpikir out of the box dan terkadang lebih muslim dari orang muslim.

 

Ahok benar,kesalahan dia ada 2 yaitu Cina dan Kristen. Tapi dalam postingan kali ini saya tidak akan berbicara mengenai rasis karena hal itu sangat sensitif. Marilah kita jaga kerukunan beragama, karena damai itu indah. Saya tidak ingin seperti artis inisial AH yang berpikiran sempit. Hari gini masih bawa bawa masalah rasis. Kuno woyyyyy orang Jakarta dah pinter pinter ga bakal terpengaruh masalah rasis.

 

Saya sebenarnya sangat berharap pemilu DKI tahun 2017 akan diikuti Kang Emil. Tapi sayang beliau tidak bersedia. Yah sudahlah, pilihan terakhir yang paling tepat adalah Koh Ahok. Beliau pintar,mau bekerja,tidak korupsi walaupun beberapa kebijakannya tidak berpihak pada rakyat kecil.

Saya sempat diminta untuk mengumpulkan KTP demi mendukung Ahok tapi tidak saya lakukan,kenapa??karena saya yakin,tanpa KTP saya Ahok pasti menang. Yang penting nanti pada saat hari pencoblosan,saya robek kertas bergambar muka Ahok. Selamat bekerja Koh Ahok untuk 2periode(inshaa allah). Yang terpenting perhatikan terus fasilitas publik terutama busway karena saya setiap hari naik busway(ngarep). Seperti kata Bapak Dahlan Iskan di salah satu blognya, kalo bisa halte busway ada AC plus toilet trus ada tangga jalan(amin).Good luck mybro…….walaupun kita berbeda keyakinan.