Firasat

Seminggu yang lalu saya bermimpi ada di sebuah pemakaman.Pemakamannya bagus seperti San Diego Hills (Karawang).Ada sepuluh peti mati di sana.Tapi satupuntidak ada yang saya kenal.Aneh,mengapa saya ada di tempat seperti itu.Kurang lebih di satu jam saya ada di sana.Ada ratusan manusia yang mengiringi pemakaman,tapi satupun saya tidak kenal.Ketika mereka pulang saya ikut pulang.Saya jalan beriringan dengan mereka.

Tiba tiba ada seseorang menepuk bahu saya.Perempuan berambut panjang dengan tahi lalat di pipi.Saya bertanya siapa dia. Dia menjawab teman SD. Saya lulus SD tahun 1994,saya pasti lupa siapa namanya. Dia menyebut lima huruf,Tania. Memori saya terkenang ketika berseragam putih merah. Saya pernah sebangku dengannya. Salah satu anak orang kaya di sekolah,bapak ibunya sama sama dosen kala itu. Rumahnya besar dan memiliki kolam renang.

Saya bertanya kepada Tania,kenapa dia hadir di pemakaman. Dia bilang saudara sepupunya meninggal karena suatu penyakit. Dia tidak menjelaskan apa penyakitnya. Kami terus ngobrol sambil berjalan beriringan. Bercerita soal teman teman SD yang sebagian besar saya lupa siapa saja namanya. Kami berpisah ketika dia bilang akan naik mobil hitam milik suaminya. Setelah itu mimpi saya selesai.

Tiga hari kemudian,ada berita dukacita. Tetangga saya yang bernama Sintia meninggal karena sakit asam lambung. Sintia ini ternyata saudara sepupunya Tania. Sintia baru berusia tiga puluh tahun. Memiliki dua orang anak bernama Naomi dan Danilla. Naomi berusia dua belas tahun. Dan Danilla berusia sepuluh tahun. Naomi dan Danilla sekarang menjadi yatim piatu karena dua tahun yang lalu ayah mereka meninggal karena sakit paru paru. Kini Naomi dan Danilla dirawat oleh neneknya.

Sekali lagi, soal mimpi

Ketika tertidur semalam sempat bangun kira kira jam 2 atau jam 3 pagi. Bangun karena terjadi sebuah mimpi yang aneh. Begini cerita mimpi itu, aku ada di sebuah tanah lapang yang ditumbuhi ilalang. Mungkin setting waktunya kira kira jam 5 sore. Ada seorang laki laki berwajah putih bersih dan berkaos ungu. Aku lupa siapa namanya, yang jelas dia salah satu teman di SMP atau di SMA.

 

Laki laki itu tidak berkata apa apa dia hanya memberiku sesuatu. Sebuah bungkusan. Setelah bungkusan itu kuterima ternyata isinya makanan. Aku sempat bingung, dan bertanya apa maksudnya memberiku makanan, dia hanya terdiam. Aku berlalu dari hadapannya. Tapi dalam mimpi itu aku masih menggenggam pemberiannya. Lalu aku berjalan ke sebuah tempat. Tempat yang sangat luas tapi di pinggirnya ada beberapa pohon.

 

Setelah lumayan jauh berjalan, aku menengok ke belakang. Ternyata laki laki itu masih ada , dia menatapku dari kejauhan dengan pandangan yang menyejukkan. Ada sebuah rumah di bukit. Rumah yang sangat sederhana berwarna coklat. Aku ingin memasuki rumah itu. Tapi memasuki rumah itu membutuhkan pengorbanan. Aku harus menanjak. Demi bisa memasuki rumah itu, dengan memaksakan diri aku terus menanjak. Akhirnya, dalam mimpi itu aku berhasil memasuki rumah tersebut. Setelah berhasil memasuki rumah tersebut, aku merasa sangat bahagia. Tapi didalam ada kakakku yang nomor tiga. Dia hanya diam saja, tidak menyambut kedatanganku. Tapi aku merasa sangat bahagia sudah berhasil memasuki rumah tersebut. Entahlah, apa arti mimpi itu, mungkin ada hubungannya dengan masalahku saat ini,who knows??

Cerita Tentang Mimpi di Malam Itu

Aku masih terbaring di sini, di ruang Cempaka sebuah rumah sakit swasta di Jakarta. Diagnosa dokter Blight Ovum. Mungkin orang awam menyebutnya aku harus dikuret. Sudah sejak 2minggu yang lalu keluar darah terus seperti mens. Tapi tak kupedulikan, aku anggap itu menstruasi biasa. Tapi betapa kagetnya ketika beli tespack hasilnya positif. Oke, ini sesuatu yang membingungkan, lagi hamil tapi mens.

 

Beberapa hari sebelum dikuret aku mimpi. Berjalan bersama Jasmine(anakku) di sebuah taman yang indah. Pokoknya saking bagusnya itu taman, mungkin bisa dibilang seperti taman firdaus di surga. Aku berjalan di taman itu bergandengan tangan dengan Jasmine. Kami berdua tampak bahagia. Aku sangat sangat menikmati situasi saat itu. Dikelilingi bunga bunga yang cantik. Tiba tiba Jasmine menghentikan langkahku,”Mama tunggu, itu ada anak kecil di belakang Mama.” Aku langsung menengok ke belakang. Ada anak lelaki kecil ganteng berkulit putih. Usianya kira kira 1 atau 2 tahun. Kuperhatikan wajahnya. Tapi aku tak mengenal anak itu.

 

Lalu di dalam mimpi itu aku berkata seperti ini kepada Jasmine. “Mama ga kenal anak itu. Ayo,kita duluan aja.” Lalu aku cuek saja berlalu dari anak itu. Agak menyesal, coba di dalam mimpi itu aku menggendong si anak ganteng itu. Mungkin ga akan ada proses kuret yang menyakitkan dan menyebalkan. Yah sudahlah,bersyukur saja,apa yang sudah ditakdirkan oleh Allah SWT itu adalah yang terbaik buatku. Hai,bocah kecil ganteng yang pernah hadir dalam mimpiku,suatu saat kita pasti bertemu lagi. Nanti ketika pertemuan itu terjadi, aku akan memelukmu erat. Pelukan yang sangat erat seolah olah kita takkan pernah terpisah lagi.(forsomeoneinheaven)…………