Gres dan Apri

Siang itu saya nonton Indosiar sambil deg degan. Ada final bulutangkis ganda putri Olimpiade Tokyo 2020. Indonesia melawan China. Greysia Polii dan Apriyani Rahayu melawan Chen Qingchen dan Jia Yifan.Saya percaya Apri yang lahir tanggal 29 April 1998 akan tampil all out demi emas pertamanya. Dan saya juga percaya Greysia Polii yang lahir tanggal 11 Agustus 1987 akan membimbing Apri di lapangan dengan baik. Set pertama berlangsung seru dengan angka 21-19 untuk Indonesia. Set kedua lebih seru lagi dengan angka 21-15. Ketika kok yang dikembalikan Chen Qingchen bergulir ke sebelah kiri Apriyani Rahayu, lalu dia berteriak karena yakin sebentar lagi akan mendapatkan medali emas. Tapi pemain China meminta challenge,itu berarti kemenangan tertunda untuk beberapa menit. Sambil tiduran di lapangan Apri melihat ke layar besar,dan ternyata benar. Pengembalian kok pasangan China dinyatakan keluar.

Tangis itu meledak di salah satu lapangan di kota Tokyo. Tangis Apri,tangis Gres,dan juga tangis Eng Hian sang pelatih. Tangis kebahagiaan di tengah berita dukacita yang amat banyak di Indonesia karena Covid 19. Eng Hian pertama kali memeluk Apri lalu memeluk Gres. Mungkin ada tujuh orang pendukung tim Indonesia saat itu,dua diantaranya membawa bendera Merah Putih. Andai itu di Senayan pasti sudah banyak teriakan teriakan “Indonesia…… Indonesia……. Indonesia……”

Terimakasih Tuhan, terimakasih Apri, terimakasih Gres dan terimakasih Eng Hian sudah memberikan medali emas untuk 270juta rakyat Indonesia.Bonus 5M sudah menanti,dapet franchise gratis bakso Aci,bisa pesan gofood gratis, dapat apartemen, dapat rumah dari Gubernur Sulawesi Utara untuk Gres. Dan Apri juga dapat rumah dari pejabat di Sulawesi Tenggara.

Pertamakali mereka bertemu,Gres tidak bilang”mau ga jadi partner aku?” Pertanyaannya adalah “mau ga jadi juara?” Dan Apri langsung bilang mau. Gres langsung bilang”berarti kamu harus siap dihajar,ditempa menjadi seorang juara. Siap nangis di lapangan, cedera, dan mengorbankan semua yang kamu punya demi menjadi juara.” Sekarang semuanya terbayar lunas dengan mendapatkan emas Olimpiade Tokyo. Benar apa kata Sir Alex Ferguson,”untuk membentuk juara bangun dulu mentalnya menjadi mental juara. Setelah itu baru memikirkan teknik,taktik,gaya bermain dan strategi memenangkan pertandingan.

4 pemikiran pada “Gres dan Apri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s