SJ 182,Longsor,Gempa,lalu apalagi?

Beberapa bulan sebelum pergantian tahun,saya sudah diingatkan oleh Habib Muhammad bahwa akan terjadi musibah. Tapi saya tidak menyangka musibahnya akan sebanyak ini. Di suatu sore ketika hujan lebat turun, pesawat itu sempat delay di bandara Soekarno Hatta. Lalu setengah jam kemudian take off namun tidak pernah sampai tujuan. SJ 182 menemui takdirnya,membawa 50 penumpang dan 12 crew. Enam crew aktif dan enam lagi crew dari Nam Air.

Tanggal 9 Januari 2021 jadi saksi bisu ketika SJ 182 menukik tajam ke laut di Kepulauan Seribu. Diduga rusak pada sistem kendali,namun pada saat kejadian mesin pesawat masih hidup. Mungkin analoginya saya punya televisi,bisa dinyalakan tapi tidak ada gambar atau suara. SJ 182 hancur berkeping keping,seperti kepingan puzzle ketika tim DVI Polri mengidentifikasi para korban SJ 182. Bahkan salah satu potongan kaki korban hanyut sampai ke pantai Muara Gembong (Bekasi).

Lalu musibah tanah longsor di Dusun Bojong Kondang,Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung,Sumedang,Jawa Barat. Tanah longsor di Sumedang memakan korban 40 orang. Sumedang yang terkenal dengan tahunya,kini masih berduka dengan kematian para korban.Dua korban terakhir ditemukan tim SAR gabungan di lokasi longsor pertama di Perumahan Pondok Daud pada hari Senin tanggal 18 Januari 2021. Gubernur Jawa Barat,Ridwan Kamil sudah meninjau langsung ke lokasi tanah longsor Sumedang. Kepala Basarnas Bandung,Deden Ridwansyah mengatakan,dengan telah ditemukannya semua korban hilang dalam bencana tanah longsor Sumedang maka operasi SAR ditutup.

Lalu gempa bumi dengan magnitudo 6,2 di Mamuju(Sulawesi Barat). Memakan korban sebanyak 84 orang. Kebetulan Presiden Jokowi sudah meninjau langsung ke sana,dan mengatakan akan ada pengganti bagi rumah rusak parah dengan nominal 50juta. Beliau meninjau langsung ingin memastikan proses evakuasi berjalan dengan baik dan distribusi bantuan lancar. Walaupun sempat ada berita penjarahan,semoga itu tidak benar. Dan kini patroli polisi diaktifkan supaya tidak ada penjarahan Bansos. Semoga semuanya kebagian dengan rata,tidak ada yang kelaparan. Keep strong saudara saudaraku.

6 pemikiran pada “SJ 182,Longsor,Gempa,lalu apalagi?

  1. jangan lupa banjir besar, barabai kalsel, ada kawan lama asli barabai, dulu kerja di jakarta, terus balik kampung, syukurnya rumah dia area tinggi, ga kena dampak banjir, tapi rumah ibunya di barabai, kebanjiran sampai atap, toko kain ibunya juga rusak parah, sempat lia insta stories nya pas dia tengok rumah ibunya, jalanan parah sekali rusak, blm rumah2 penduduk-.- duh ga kebayang perasaan si kawan ini, saya kontak dia pas lihat kabar banjir ini tapi ga langsung terjawab, khawatir aja, krn dia cm tinggal berdua dgn anaknya di rumah, suaminya sudah wafat, kepikiran apa ada yang bantu2 dia ketika musibah, Allah nolong dia sm anaknya. Semoga para korban bencana, musibah di indonesia diberi kekuatan, kesabaran dan penghiburan agar kuat menghadapi ujian ini.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s