Dahlan Iskan

Beliau lebih sering dipanggil Pak DI dibanding Pak Dahlan. Lahir di Magetan pada tanggal 17 Agustus 1951. Setiap hari saya membaca blog beliau. Nama blognya disway.id. Mantan bos Jawa Pos yang memiliki istri bernama Nafsiah Sabri. Dan memiliki dua orang anak bernama Azrul Ananda dan Isna Fitriana.

Disway selalu di update setiap hari. Akhir akhir ini lebih sering membahas pertarungan sengit antara Donald Trump dan Joe Biden. Keduanya merupakan calon presiden Amerika Serikat untuk periode mendatang. Donald Trump dituding penilepe pajak. Dan Joe Biden dituding penyebab kerusuhan di beberapa kota di Amerika Serikat. Pemilu resmi nanti tanggal 3 November 2020. Tapi sudah heboh sejak beberapa bulan lalu.

Pak Dahlan Iskan dulu sempat dijagokan untuk menjadi presiden RI. Tapi partai Demokrat tidak jadi memilihnya. Ketika ditanya apakah Pak Dahlan Iskan memang berniat menjadi presiden RI? Dia bilang cuma sekedar kepengen. Beda dengan beberapa orang yang memang kepengen banget. Beliau lahir dari keluarga sederhana. Zaman dulu tidak ada akta kelahiran, jadi ketika Pak DI lahir dicatat dibalik pintu lemari pakaian. Dan ketika lemari tersebut dijual maka ayahnya Pak DI lupa tanggal lahir anaknya.

Kenapa KTP Pak DI tertulis tanggal 17 Agustus? dia bilang biar sama dengan ulang tahun negara Indonesia tercinta. Beliau pernah tersandung kasus korupsi walaupun tidak sampai dipenjara. Karena terkadang kebijakan yang salah bisa berurusan dengan KPK. Bukan cuma masalah uang negara. Saya mengagumi Pak DI karena tulisannya. Bila kalian ada waktu mampirlah ke Disway.

Adik Ipar

Saya memiliki adik ipar, perempuan berusia tiga puluh tahun. Adiknya suami yang nomor dua. Sifatnya seperti angin, kadang baik kadang begitulah. Sepertinya dia selalu cemburu dengan keluarga saya. Dia selalu menganggap keluarga saya selalu diprioritaskan oleh ibu mertua.

Mungkin bisa dibilang cemburu atau iri hati. Menurut yang saya tahu cemburu atau iri hati adalah satu emosi yang timbul ketika seseorang yang tidak memiliki keunggulan menginginkan yang tidak dimilikinya. Suatu hari kami berkumpul di rumah ibu mertua. Adik ipar datang lebih awal. Satu jam kemudian keluarga saya baru datang. Semua menyambut gembira ketika Farzan yang lucu datang. Ibu mertua segera mencium dan menggendong Farzan.

Ekspresi wajah adik ipar langsung cemberut. Ekspresi wajahnya seperti kertas kecil yang dilipat jadi dua puluh. Pokoknya ekspresi wajahnya tidak enak dilihat. Ditambah lagi ibu mertua segera ke pasar untuk membeli ayam, daging, sayuran dan segala macam keperluan memasak. Katanya demi cucu cucunya yang akan menginap. Ibu mertua pergi ke pasar dibonceng motor salah satu ponakan. Dan ketika ibu mertua sedang di pasar, adik ipar pergi begitu saja tanpa pamit.

Mungkin dia merasa anak saya diperlakukan istimewa dan anaknya tidak. Padahal tidak seperti itu. Ibu mertua selalu berusaha adil ke semua cucunya. Ibu mertua kaget ketika pulang dari pasar si adik ipar sudah tidak ada di tempat. Lalu ibu mertua segera mengecek hp. Ternyata si adik ipar pasang status WA seperti ini:” selalu dia yang diistimewakan.”

Raut muka ibu mertua langsung bersedih. Saya gak tega melihatnya.

Firasat

Seminggu yang lalu saya bermimpi ada di sebuah pemakaman.Pemakamannya bagus seperti San Diego Hills (Karawang).Ada sepuluh peti mati di sana.Tapi satupuntidak ada yang saya kenal.Aneh,mengapa saya ada di tempat seperti itu.Kurang lebih di satu jam saya ada di sana.Ada ratusan manusia yang mengiringi pemakaman,tapi satupun saya tidak kenal.Ketika mereka pulang saya ikut pulang.Saya jalan beriringan dengan mereka.

Tiba tiba ada seseorang menepuk bahu saya.Perempuan berambut panjang dengan tahi lalat di pipi.Saya bertanya siapa dia. Dia menjawab teman SD. Saya lulus SD tahun 1994,saya pasti lupa siapa namanya. Dia menyebut lima huruf,Tania. Memori saya terkenang ketika berseragam putih merah. Saya pernah sebangku dengannya. Salah satu anak orang kaya di sekolah,bapak ibunya sama sama dosen kala itu. Rumahnya besar dan memiliki kolam renang.

Saya bertanya kepada Tania,kenapa dia hadir di pemakaman. Dia bilang saudara sepupunya meninggal karena suatu penyakit. Dia tidak menjelaskan apa penyakitnya. Kami terus ngobrol sambil berjalan beriringan. Bercerita soal teman teman SD yang sebagian besar saya lupa siapa saja namanya. Kami berpisah ketika dia bilang akan naik mobil hitam milik suaminya. Setelah itu mimpi saya selesai.

Tiga hari kemudian,ada berita dukacita. Tetangga saya yang bernama Sintia meninggal karena sakit asam lambung. Sintia ini ternyata saudara sepupunya Tania. Sintia baru berusia tiga puluh tahun. Memiliki dua orang anak bernama Naomi dan Danilla. Naomi berusia dua belas tahun. Dan Danilla berusia sepuluh tahun. Naomi dan Danilla sekarang menjadi yatim piatu karena dua tahun yang lalu ayah mereka meninggal karena sakit paru paru. Kini Naomi dan Danilla dirawat oleh neneknya.