Gigi dan Corona

Kemarin selepas mandi dan sarapan, aku bergegas ke Puskesmas.  Gigi geraham sebelah kiri bawah sakit banget sejak tiga hari yang lalu.  Setelah pesan Gojek seharga sepuluh ribu rupiah lalu meluncur ke Puskesmas di Jalan Pertengahan.  Setelah membayar abang gojek aku ke bagian administrasi.  “Mau daftar ya Mbak?” tanya petugas itu yang berjilbab hitam.  “Iya, mau ke dokter gigi.” jawabku segera.  “Maaf Mbak, selama ada wabah Corona dokter gigi tidak terima pasien.  Ke dokter umum saja.”  Aku segera menggeleng lalu berlalu.  Dalam hati paling sama dokter umum cuma dikasih parasetamol.

Aku ingat di rumah masih ada setengah botol Listerine dan satu lembar Neozep.  Kebetulan hari ini sakitku ada dua, flu dan sakit gigi.  Lumayan semoga Neozep itu bisa juga untuk sakit gigi.  Sampai di rumah, aku segera buka kotak obat. Segera minum Neozep lalu lima menit kemudian kumur kumur pakai Listerine.  Lumayan sakit di gigi bisa berkurang.

Duh, gara gara Corona jadi susah ketemu dokter gigi.  Berdoa saja semoga wabah Corona segera pergi dari Indonesia. Update terbaru yang positif Corona 1677orang,yang meninggal 157orang dan yang sembuh 103orang. Kabarnya Gubernur Anies Baswedan sudah minta izin lockdown dari Pak Jokowi tapi belum diizinkan.  Dan beberapa dokter dari IDI sudah menyarankan sebaiknya Jakarta lockdown, karena jumlah dokter dan perawat yang terbatas.  Entahlah, kita tunggu saja keputusan pemerintah pusat, jadi lockdown atau tidak.  Aku berdoa saja semoga kita semua dan terutama yang baca blog ini bisa terhindar dari virus Corona, amin. #dirumahaja