Sepatu dan Monas

Pagi ini Jasmine ada acara jalan jalan ke Monas dari sekolahnya.  Sebenarnya bukan cuma ke Monas, tapi sekaligus ke beberapa museum di Jakarta.  Jam setengah enam pagi sudah siap siap berangkat, lalu terdengarlah teriakan itu”Mama……. sepatuku dimana??? “suaranya yang kencang mampu membangunkan adiknya yang lagi tidur.  Lalu kujawab” Di rak sepatu”aku menjawab dengan suara agak kencang.  Posisinya saat itu aku lagi di kamar tidur dan Jasmine di ruang tamu.  “Ga ada……” teriakan selanjutnya terdengar dari mulut Jasmine.  Aku segera turun dari tempat tidur supaya pak suami ga marah karena pagi pagi di rumah ada dua makhluk hidup yang teriak teriak dan bikin sakit telinga.

Setelah aku sampai di depan rak sepatu, kususuri semua satu persatu dengan teliti.  Waduh, beneran ga ada sepatu yang dimaksud.  Semalem di rumah ada acara pengajian 40hari meninggalnya almarhum Ibu.  Aku lupa pasti rak sepatu ada yang memindahkan posisinya. Aku cari di teras ga ada, aku cari di kolong meja dan kursi ga ada, aku cari di dekat dapur ga ada.  Setengah jam aku dan Jasmine mencari sepatu tersebut hasilnya nihil.

Akhirnya aku suruh Jasmine pakai sepatu merek Ardilles tapi dia ga mau.  Dia kekeh pengen pake sepatu merek Warior. Kepalaku pusing cari sepatu ga ketemu ditambah lagi berdebat sama makhluk kecil yang satu ini. Yang terkadang sifatnya ngeyel..

Akhirnya aku ancam”Ya udah, pilih mana? pilih pakai sepatu Ardilles atau tidak ikut ke Monas? ” Dengan wajah cemberut dipakainya sepatu Ardilles dengan terburu buru.  Segera cium tangan dan pamit ke sekolah.  Bapaknya yang mau mengantar cuma tersenyum melihat anak gadisnya cemberut.

Up date terbaru di grup WA mereka sudah sampai jalan tol MT Haryono menuju Monas, semoga pergi dan pulang selamat tanpa ada kendala, amin. Tahukah kalian dimana sepatu itu berada? sepatu tersebut baru ketemu jam sepuluh pagi dan ternyata ada di bawah karung.  Karung yang berisi baju baju bekas almarhumah Ibu.