Kenaikan Kelas

Kemarin saya sudah ambil raport Jasmine di sekolahnya. Alhamdulillah,naik ke kelas 5. Selesai ambil raport ada acara tiup lilin dan potong kue karena kebetulan hari itu bu guru ulang tahun. Bu guru tampak bahagia mendapat kejutan ulang tahun dari orang tua murid dan peserta didiknya. Happy birthday bu guru,barakallah fii umrik.

Beliau masih berstatus guru honorer tapi kebetulan backgroundnya dari PGSD,jadi tidak perlu kuliah lagi. Beda dengan beberapa guru honorer lainnya yang meskipun sudah SPd(sarjana pendidikan)tapi disarankan kuliah lagi jika jurusan yang diambil ketika kuliah bukan PGSD.

Ada salah satu orangtua murid yang pasang status WA seperti ini”jangan tanyakan berapa rangking anakmu di kelas,tapi tanyakan kepada dirimu sendiri berapa jam kamu bisa mendampinginya belajar.”.Saya sendiri tidak terlalu memusingkan Jasmine dapat rangking berapa di kelasnya. Yang terpenting dia bisa memahami suatu pelajaran dengan baik. Terutama untuk mata pelajaran matematika,karena logika berpikirnya kadang harus terus dilatih supaya bisa memecahkan soal soal matematika yang sulit.

Selamat buat kalian murid murid SD,SMP dan SMU yang sudah naik kelas dan mendapat nilai bagus di raportnya. Selamat berlibur,selamat menikmati hari hari kalian yang menyenangkan. Jangan lupa bahagia dan jangan lupa tersenyum setiap harinya. Dan nanti tanggal 15 Juli 2019 jangan lupa masuk sekolah dengan penuh semangat di tahun ajaran baru. Bertemu teman teman baru dan guru baru di kelas yang baru. Teruslah menimba ilmu dengan penuh semangat demi masadepanmu yang cerah,amin.

Kirana

images

Kirana namanya,umur sebelas tahun pada November nanti. Gadis kecil berkulit coklat,rambut sebahu dan mata bulat seperti Jasmine. Kirana teman sekelas Jasmine. Kirana sering main ke rumah untuk ngerjain pr bareng Jasmine,atau sekedar main game bareng di teras rumah. Siang tadi sekitar jam sebelas datanglah berita dukacita. “Mama ada berita dukacita,mamanya Kirana meninggal.”Jasmine memberitahuku dengan ekspresi sedih. “Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Kenapa?sakit apa?” “Katanya sakit typhus”.

Segera aku buka grup WA untuk mengetahui berita lebih lanjut. Grup WA penuh dengan ungkapan dukacita. Saat ini aku lagi berada di luar kota,tidak sempat takziah ke rumah Kirana. Hanya mengirimkan ungkapan dukacita melalui WA.

Aku seperti flashback ke puluhan tahun silam. Bapak kandungku meninggal di saat usiaku belum genap delapan tahun. Ketika bapak meninggal aku belum terlalu mengerti soal konsep kematian dan kehilangan. Saat itu ibu dan ketiga kakakku menangis tapi aku tidak. Entahlah mungkin saat itu aku berpikir bapak hanya tertidur dan pasti suatu saat akan bangun lagi.

“Selamat tinggal Ibu semoga tenang di sana” Itu status Kirana satu jam yang lalu. Status di WA dan ada foto mamanya ketika terbaring di rumah sakit. Saya sempat meneteskan airmata untuk sesaat,membayangkan puluhan tahun silam ketika saya ada di posisi Kirana. Saat ini ingin rasanya memeluk Kirana dengan kencang lalu bilang”yang sabar ya Nak,masih banyak yang sayang sama kamu.”

Kirana adalah anak pertama di keluarganya,sama seperti Jasmine. Kirana punya satu orang adik laki laki bernama Fatir. Fatir baru berumur lima tahun,belum terlalu mengerti kenapa mamanya pergi begitu cepat. Satu pesan yang penting di grup WA dari gurunya Jasmine,untuk selalu jaga kesehatan dan mendoakan keluarga Kirana.

Cuaca seharian ini panas sekali,tapi ketika sore mendung dan turun hujan. Kenapa ya kematian itu identik dengan turunnya hujan?Atau mungkin air hujan melambangkan air mata yang turun dari keluarga almarhumah.

Kita ga akan pernah tahu kapan kita akan dipanggil oleh Allah SWT,ga harus yang tua yang berangkat duluan. Random,terserah Sang Pencipta. Mamanya Kirana seumuran denganku,sempat berbincang sebentar ketika ada acara bukber di sekolah Jasmine. Hanya alfatihah yang bisa kukirimkan untuk beliau,semoga tenang di sana.

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiun.Allaahumma indaka ahtasibu mushiibati fa ajurnii fiiha wa abdilnii minhaa khairan(doa bagi keluarga yang mendapat musibah kematian).

“Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesungguhnya kita akan kembali kepadaNya. Ya Allah,dihadapanMu aku memperhitungkan musibahku,maka dari itu berilah aku pahala karena musibahku tadi dan berilah sesuatu yang lebih baik sebagai gantinya.”

Afif&Jasmine

IMG-20190605-WA0044

Hari ini adalah hari keempat sesudah hari raya Idul Fitri satu Syawal 1440 hijriah. Mohon maaf lahir batin untuk semua pembaca blog saya. Foto di atas diambil hari Rabu tanggal 5 Juni 2019 bertepatan hari pertama lebaran. Foto diambil setelah melaksanakan sholat Idul Fitri.

Pengen beda aja,biasanya orang orang kebanyakan pasang foto pas lagi bersalaman. Dan saya malah pasang foto pas si Afif lagi melet melet. Kenapa Afif posenya seperti itu? Pasti kakak Jasmine yang mengarahkan. Dan si Afif nurut aja disuruh berbagai macam pose oleh kakak Jasmine.

Yang baju biru ponakan saya,dan gadis kecil berjilbab di foto itu anak pertama saya. Si baju biru karakternya keras,ga mau ngalah kalo lagi berantem,kadang lucu dengan celotehnya,dan bercita cita menjadi tentara. Perkara menjadi tentara ini gara gara Afif sering liat di youtube tentara India lagi latihan perang trus nyanyi “tantubi”. Arti dari tantubi ga ada yang tahu. Pokoknya Afif sering bilang tantubi ketika berakting jadi tentara. Jadilah sekarang Afif terkenal dengan sebutan “Afif Tantubi”.

Sebulan yang lalu mamanya Afif pesan baju tentara cilik di Lazada. Tentu saja baju tentara itu buat si afif(anak hiperaktif).Ketika kurir teriak “paket” maka Afif loncat loncat kegirangan bagai cacing kepanasan. Dibukanya pintu pagar dengan tergesa. “Sini Bang,itu baju Afif”teriaknya dengan penuh semangat. Si kurir hanya bisa tersenyum dan segera minta tandatangan dari mamanya Afif. Dipakainya baju tentara itu dengan tergesa. Lengkap dengan peluit,topi,tali dan berbagai lencana imitasi. Setelah baju tentara dipakai maka Afif tidak mau melepasnya lagi. Dari siang sampai jam enam sore terus dipakainya baju itu.

Sekarang ngomongin gadis kecil yang di sebelah Afif alias Jasmine. Pose dengan baju lebaran berwarna coklat. Hasil keliling keliling di Ramayana bersama si mama. Karakter anak pertama ngebossy itulah si Jasmine,ga suka pelajaran matematik tapi selalu semangat jika ada pelajaran menggambar dan mewarnai. Bertolak belakang dengan saya sebagai mamanya. Saya suka matematik dia tidak,saya suka baca dia lebih suka dengerin lagu lagu Blackpink,saya yang cenderung introvert dan dia ekstrovert.

Teruslah tumbuh dengan penuh kebahagiaan Nak,bersama dede Farzan dan Afif. Menikmati kebersamaan kalian yang terasa menggemaskan. Membuat hangat di dalam hati. Kalian selalu hadir dalam doa doa mama. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT,amin.

Setelah Hujan

Lima menit yang lalu hujan reda. Hujan turun pada saat puasa memasuki hari ke 28. Seharian ini berita di televisi penuh cerita tentang Ibu Ani Yudhoyono yang meninggal pada hari Sabtu tanggal 1 Juni 2019. Ibu Ani lahir pada tanggal 6 Juli 1952 di kota Yogyakarta. Meninggal karena kanker darah yang menggerogoti tubuhnya. Menyerah dan pasrah ketika malaikat maut menjemputnya di sebuah rumah sakit di Singapura.

SBY,Agus dan Ibas tampak menitikkan airmata ketika memberikan kata sambutan di pendopo rumah Cikeas. Bahkan AHY yang tampak selalu ganteng,gagah dan berwibawa di televisi tampak sangat rapuh ketika mengusap airmata dan terekam oleh salah satu stasiun televisi. Ibu Kristiani Herrawati nama lengkapnya. Selalu setia mendampingi Pak SBY selama sepuluh tahun ketika menjabat sebagai presiden RI.

Beliau sering dipanggil Memo oleh cucu cucunya. Panggilan kesayangan untuk eyang uti yang suka fotografi.Empat orang cucu yang bernama Almira Tunggadewi Yudhoyono,Airlangga Yudhoyono,Sakti Yudhoyono dan Gayatri Idalia Yudhoyono. Pasti keempat orang tersebut merasakan kehilangan yang teramat sangat. Bahkan sang menantu(Annisa Pohan)sempat bermimpi Memo datang ke rumah baru AHY dan bilang akan pisah dengan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

Seorang anak jendral dan seorang istri tentara yang bersahaja,begitulah sosok Bu Ani Yudhoyono. Dimakamkan di TMP Kalibata berdekatan dengan mendiang Ibu Ainun Habibie. Semoga Bu Ani Yudhoyono tenang di alam sana dan mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT,amin.