3 Tahun

Tak terasa saya sudah menempati rumah bernama WordPress selama tiga tahun. Sebenarnya sudah sejak tahun 2010 saya bikin blog,tapi masih pakai blogspot. Mulai di WordPress bulan Januari 2015. Saya ingat sekali waktu itu lagi gabut di kantor,teman di samping saya sibuk buka FB. Pengen buka FB saat itu tapi saya bosan.

Entah kenapa tiba tiba pengen bikin blog di WordPress. Sepertinya tampilan di WordPress cukup menarik. Awalnya saya hanya jadi silent reader. Lama lama mulai berani komentar di blog orang lain. Seru berasa punya teman di dunia nyata.

Dulu saya tidak pernah peduli kalimat yang saya tulis terdiri dari berapa kata di setiap postingan. Sekarang saya berusaha konsisten setiap postingan minimal 400kata. Selalu kagum dengan blogger blogger kondang yang tampillannya sampai di angka 5juta.

 

Terimakasih WordPress,karena kamu saya jadi kenal tulisan bagus milik Teteh Ida,Ikha,Fadel,Maya dan lainnya. Referensi musik saya jadi bertambah ketika baca blognya Mas Abdul. Thanks Mas Abdul Djalil. Vera blogger dari Blitar yang punya kesamaan dengan saya. Sama sama penyuka sepatu flat. Nuna blogger Kalimantan yang tulisan galaunya bikin saya terpesona(maaf Na). Asti blogger dari Sulawesi yang sekarang lebih suka hiatus. Eh,tapi kayaknya sekarang si Asti dah aktif lagi. Paling juga beberapa bulan ke depan hiatus lagi(maaf Ti). Geraldine yang sekarang dah jadi penganten baru,aku sering mampir di blog kamu Ge(maaf nama kamu kusebut).

 

Ada seseorang yang jarang komentar di blog saya,tapi sekalinya dia berkomentar membuat saya mengerutkan kening. Gaya berkomentarnya penuh analisa seperti seorang dosen membaca bab pertama skripsi seorang mahasiswa. Ketahuan banget orang ini pintar dan membuat saya sempat mampir beberapa kali di blognya.

 

Ada seseorang yang pernah komentar hanya dengan satu kalimat di blog saya,tapi mampu membuat saya ngakak guling guling. Ini pas saya lagi bikin postingan soal CELUP. Ada Kang Andri yang tidak bisa membedakan tulisan saya ikan dan iklan. Btw Kang,nanti kalau saya ke Cirebon pengen kopdar sama Kang Andri dan pengen nyobain nasi jamblang.

 

Dulu ketika saya SMA,rajin banget bikin tulisan di buku diary. Alasannya karena buku diary itu pemberian si pacar. Tapi ketika saya pindah rumah,buku diary itu ketinggalan. Pasti yang menemukan buku itu akan senyum sendiri baca tulisan galau saya ketika ABG. Saya masih ingat buku diary itu didominasi warna pink,merah marun dan putih. Kertasnya masih wangi ketika saya buka pertamakali. Buku diary pertama dari pacar pertama.

 

Postingan saya di WordPress baru sedikit(47post)dan 471komentar. Saya pernah hiatus lama jadi bukan tipe orang yang produktif. Semoga masih ada yang mau baca tulisan saya,tulisan seorang blogger cupu.