Sakur Kurnia alias Jedi

 

Innalillahi wainnaillaihi rojiun. Kemarin tgl 25 Januari 2018 salah satu sahabat saya dipanggil Sang Pemilik Kehidupan. Namanya Sakur Kurnia alias Jedi, meninggal dunia karena sakit tifus dan radang paru paru. Meninggal di usia 33tahun dan status masih lajang.

Lima tahun yang lalu saya pernah satu kantor sama Jedi di daerah Jakarta Barat. Sosoknya selalu ceria dan suka selfie. Ketika dia sudah pergi banyak teman teman yang menulis di linimasa Jedi. Contohnya seperti di atas. Banyak orang yang menangisi kepergiannya.

 

Seminggu sebelum Jedi meninggal dia tulis status seperti ini di media sosial miliknya “Kita tidak dapat memilih akan dilahirkan seperti apa dan bagaimana. Akan tetapi kita dapat memilih akan meninggal seperti apa. Jadi jangan berkecil hati dan jangan sombong.”

 

Mungkin statusnya itu sebuah firasat,entahlah. Kalau ada yang bertanya kenapa dirinya dipanggil Jedi saya juga lupa alasannya. Yang jelas dia lebih terkenal dengan panggilan Jedi dibanding Sakur. Dulu bertiga bareng Jedi dan Eli sering banget makan mie ayam enak di dekat Citraland. Biasanya sepulang kerja. Jedi dan Eli bisa dibilang manusia manusia absurd di kehidupan saya. Tapi selalu bisa bikin saya ketawa ngakak. Contohnya naik angkot pake kacamata hitam. Mereka berdua yang melakukan,saya tidak berani. Trus di dalam angkot ada perempuan yang menatap sinis ke Jedi dan Eli. Pasti pikirnya nih manusia norak banget sih,pake kacamata hitam di dalam angkot. Kalo di pinggir pantai sih masih wajar.

 

Sedetik kemudian si Jedi langsung nyolot karena diperhatikan dengan pandangan menjijikkan dari ujung kaki ke ujung kepala. Terjadilah percakapan seperti ini:

Jedi:”Eh,elo dari tadi ngeliatin gw kayak gitu kenapalo??Baru pertamakali ya liat orang pake kacamata??”

Si cewek di angkot itu ga kalah nyolot langsung jawab:”Eh,inikan mata gw,terserah gw dong mau liat kemana kek.”

Eli:”Mba,kalo ngeliatin orang biasa aja dong jangan kayak gitu.

“Eh,elo jangan ikut campur mentang mentang temennya.”

Jedi:”Kalo ngeliatin biasa aja dong. Pengen gw colok ya matalo?!”

Akhirnya si cewek itu segera turun dari angkot. Dan setelah itu ketika bertiga ketawa ngakak sampe diliatin sopir angkot. Pokoknya si Jedi ini kalo udah marah mirip emak emak banget dah. Dulu si Eli pernah pacaran sama cowok inisial A. Ternyata si A ini selingkuh. Dan pada akhirnya si Jedi yang ngelabrak si A. Pokoknya dia paling ga suka teman temannya disakitin. Setia kawan nomor wahid makhluk yang satu ini.

 

Ada beberapa teman saya yang berkomentar kalo Jedi perilakunya “belok”. Dan saya tidak pernah peduli, karena selama saya berteman dengannya dia tidak pernah merugikan saya. Mungkin sisi lain yang itu saya tidak mendukung. Tapi percayalah saya sangat nyaman berteman dengannya. Makhluk seperti ini enak  banget dah kalo dijadikan teman curhat,mungkin karena perasaan mereka lebih halus dibanding cewek. Saya selalu mendoakan yang terbaik untuk Jedi. Dan ketika saya menulis ini terselip Al Fatihah untuknya.

Ikan

Tiga hari yang lalu Jasmine mendapatkan tugas membuat ikan dari kertas origami. Tugas mata pelajaran SBK(Seni,Budaya dan Kerajinantangan). Dapat tugas hari Senin dan dikumpulkan hari Rabu. Begitu sampai rumah dia langsung buka Youtube dan lihat tata cara bagaimana membuat prakarya ikan dari kertas origami. Hasil pertama masih jelek,hasil kedua juga masih jelek,bentuknya tidak beraturan. Hasil yang ketiga sudah lumayan bagus walaupun tidak sempurna. Akhirnya ketika malam Bapaknya pulang kerja langsung disuruh bantuin bikin ikan dari kertas origami. Untuk mata dan siripnya bisa dibentuk pakai spidol.

 

Sekarang mau ngomongin ikan dalam bentuk yang nyata. Jujur,saya tidak terlalu suka makan ikan. Salah satu alasannya karena ikan banyak durinya. Waktu kecil ketika makan ikan, durinya sempat nyangkut di tenggorokan dan susah banget mengeluarkannya. Kalo disuruh memilih menu makan siang hari ini, kayaknya saya lebih memilih makan ayam bakar atau bebek bakar. Duh,padahal Ibu Menteri KKP sudah sosialisasi betapa pentingnya banyak mengkonsumsi ikan.

 

Ibu Menteri yang satu ini hebat euy,cuma lulusan SMP tapi kepintarannya di atas rata rata. Sudah menenggelamkan ratusan kapal pencuri ikan di Indonesia. Sukses terus ya Bu Susi dan tolong kurangi konsumsi rokok.

 

Dari data SOFIA,produksi ikan di dunia pada tahun 2025 diproyeksikan sebesar 196juta ton yang terdiri dari 52% berasal dari perikanan budaya dan 48% dari perikanan tangkap. Akronim SOFIA adalah The State of Word Fisheries and Aquaculture.

 

Berbicara tentang ikan pasti berhubungan dengan nelayan. Tepatnya pada tanggal 8 Januari 2018 beberapa nelayan  mengadakan demo di Jakarta dan kota lainnya di Indonesia. Demo mengenai pelarangan pemakaian cantrang pada saat menangkap ikan di laut. Mereka mengeluhkan pendapatan yang berkurang karena pelarangan pemakaian cantrang. Padahal pelarangan cantrang memiliki maksud yang baik yaitu untuk melindungi ekosistem di laut

 

Larangan penggunaan cantrang itu seharusnya berlaku sejak tahun 2015 namun diundur hingga akhir tahun 2017. Hingga kini pemerintah masih belum juga menentukan sikap. Kebijakan pelarangan cantrang diwujudkan lewat Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 karena dianggap tidak ramah lingkungan.

 

Sejumlah nelayan sudah menyatakan penentangan larangan tersebut,khususnya di kawasan Pantai Utara Jawa. KKP(Kementerian Kelautan dan Perikanan) berpendapat cantrang yang berdiameter hingga 2000meter dapat menyapu dasar lautan dan merusak karang sementara jaringnya dapat menangkap ikan ikan kecil,sehingga berpotensi merusak ekosistem laut di masa depan.

 

Kecuali cantrang tradisional yang belum dimodifikasi tergolong ramah lingkungan. Sedih kalau misalkan beberapa puluh tahun ke depan laut Indonesia benar benar rusak. Semoga hal tersebut tidak benar benar terjadi. Jadi pengen nyanyi sebuah lagu yang berjudul Nenek Moyangku Seorang Pelaut. Lirik lagunya seperti ini:

Nenek moyangku seorang pelaut.

Gemar mengarungi luas samudera.

Menerjang ombak tiada takut

Menempuh badai sudah biasa

Angin bertiup layar terkembang

Ombak berdebur di tepi pantai

Pemuda berani bangkit sekarang

Ke laut kita beramai ramai