Masa Masa Kuliah

Lagi pengen ngomongin beberapa tahun ke belakang pas lagi di kampus.

Dulu kerja sambil kuliah. Pagi sampai sore kerja dan sore sampai malam kuliah. Capek tapi senang menjalaninya. Senen sampai Jum’at sibuk di kantor dan di kampus. Sabtu dan Minggu biasanya jalan jalan sama pacar atau teman teman segeng. Karena hal tersebut Ibu saya sempat marah. Dia bilang saya menganggap rumah hanya sebagai tempat untuk numpang tidur.

 

Ibu:”Kamu tuh kalo libur seharusnya di rumah. Libur malah keluyuran mulu. Kamu pikir rumah ini cuma kost kostan?cuma buat numpang tidur.”

Saya:”Kalo teman teman ngajak jalan ga enak Bu kalo ditolak.”

Ibu:”Jadi kamu lebih mementingkan teman dibanding Ibu?”

Saya:”Nggak Bu.” Tapi obrolan selanjutnya tidak kulanjutkan. Aku tidak ingin berdebat. Kalau misalkan aku mengeluarkan satu kalimat pasti Ibu akan mengeluarkan seratus kalimat. Lebih baik aku segera masuk kamar lalu menutup pintu.

 

Di kampus aku punya teman namanya Rara(bukan nama sebenarnya). Rara ini cantik,supel dan anaknya jail. Rara sering curhat soal pacarnya dan keluarganya. Sebaliknya akupun kalau lagi ada masalah curhatnya ke Rara. Sekian tahun di kampus kayaknya Rara sempat lima atau enam kali ganti pacar. Player abisss.

 

Setiap Rara punya pacar baru pasti aku dikenalin.

Saya:”Ini pacar yang mana lagi Ra?”

Rara:”Ini yang baru Ami. Elu harus kenalan sama dia. Trus gw tunggu komentar dari elu kira kira ini orang layak atau nggak dijadikan calon suami.”

Saya:”Elu ga capek Ra? gonta ganti pacar?”

Rara:”Mumpung masih muda Mi,gapapa bandel. Nanti kalo udah nikah gw janji ga bakal bandel lagi.”

 

Seringnya kuliah malam membuat saya dan Rara lebih sering tidur di kelas dibanding mendengarkan dosen ngomong mengenai Akuntansi Biaya atau Akuntansi Keuangan. Sebenarnya tidak benar benar tidur tapi mata terasa seperti bohlam lima watt. Beda kalau mata kuliah Statistik. Mata kuliah Statistik bikin mata saya selalu melek ketika di kelas ditambah lagi dosennya ganteng(penting). Kayaknya berasa seru aja mengerjakan soal soal Statistik,banyak rumus rumus yang harus dipake. Ujiannya open book. Open book aja susah gimana kalau close book?

 

Di kampus ngegeng sebenarnya ada enam orang. Aku,Rara,Furi,Adit,Mita dan Nia. Adit satu satunya cowok di geng ini. Dan satu satunya yang belum menikah. Uda yang satu ini cowok fashionable. Iya,kadang kita yang cewek cewek panggil dia Uda karena dia dari Padang. Dia bilang dia lebih suka berteman sama cewek cewek dibanding berteman sama cowok. Si Adit ini pipinya cabby(tembem) tapi tetep ganteng. Jadi kalo kita yang cewek cewek lagi kesel sama dia,pasti pipinya dicubitin.

 

Diantara kita berenam cuma Rara yang anaknya tiga. Yang lainnya paling baru punya anak satu. Bahkan ada yang belum punya anak setelah sekian tahun menikah. Anaknya Rara tiga cowok semua,dan itu jaraknya cuma setahun antara anak pertama,anak kedua dan anak ketiga. Saya bisa membayangkan betapa repotnya Rara. Semoga dengan punya anak tiga kamu ga bandel lagi Ra. Salam sayang dari jauh Ra,dari temenmu ini yang pernah bandel bareng di kampus.