Quotes

“Terlebih soal kasus pinjem quotesnya TL,dia ga berhak nilai orang lain sok cantik atau sok ganteng. Arogan sekali kata katanya. Soal pinjem quotes,merekapun juga nyantumin nama Tere Liye. Dan mereka pula yang sepertinya baca atau beli bukunya.”tweet ini ditulis seorang teman berinisial DM. Yup betul,saya lagi mau ngomongin penulis beken Tere Liye alias Darwis.

 

Kasus ini berawal dari seorang ABG labil upload foto mesra di IG terus ada quote Tere Liye. Yang bersangkutan tidak berkenan quotenya dipakai untuk hal hal seperti itu. Bunyi quotenya”Inilah hidupku sederhana,terserah apakata orang,aku apa adanya.” Yang bikin netizen komentar adalah cara penyampaian si TL yang arogan. Seharusnya beliau mengerti jika suatu karya sudah dipublikasikan maka itu milik khalayak umum.

 

Si Tere Liye sudah berkecimpung selama 12tahun didunia literasi buku. Sudah menghasilkan 28buku. Lima diantaranya berjudul Moga Bunda Disayang Allah,Hafalan Sholat Delisa,Tentang Kamu,Negeri Para Bedebah,Bidadari Bidadari Surga. Diantara sekian banyak bukunya saya hanya punya dua. Trus bagaimana komentar saya mengenai bukunya? Bagus,walaupun tidak bikin saya penasaran.

 

Bukan kali ini saja Tere Liye bikin heboh di sosmed. Beberapa waktu yang lalu beliau pernah curhat mengenai pajak untuk penulis.Tarifnya adalah 50%dari penghasilan bruto dikurangi PTKP dan dikenai pajak sesuai tarif berlaku. Yang bikin beliau keberatan karena pajak penulis lebih besar dibanding pajak untuk seorang dokter,pegawai swasta,PNS dan lainnya.

 

Beliau sempat cerita bagaimana susahnya menjadi seorang penulis. Misalkan harga buku Rp100 maka yang didapat seorang penulis hanya Rp7 sisanya untuk bayar pajak,toko buku,penerbit,biaya promosi,dan lain lain. Tapi bukankah kerja itu harus ikhlas? Mau dapet rezeki banyak atau sedikit yang penting bersyukur kepada Allah SWT.

 

Sekedar saran saja,kalau dari awal punya cita cita untuk menjadi penulis sebaiknya itu dijadikan sidejob saja. Misalkan profesi utama kerja kantoran,dan pendapatan lainnya dari royalty buku. Daripada curhat di sosmed betapa ga enaknya jadi seorang penulis. Kecuali penulis tajir melintir seperti JK Rowling atau Andrea Hirata.

 

Banyak netizen yang berkomentar kalau si Tere Liye seperti sedang PMS menghadapi orang yang memakai quotenya. Padahal namanya sendiri pakai nama film India. Dan untungnya orang India ga marah namanya dipakai Pak Darwis ini. Bahkan sastrawan beken sekelas Pramudya Ananta Tur,memaklumi jika ada beberapa orang yang mengutip karyanya asal dicantumkan sumbernya.

 

 

Bersyukurlah Tere Liye menjadi semakin terkenal tanpa perlu menulis novel beratus ratus lembar. Terkenal karena beliau marah quotenya dipakai beberapa selebgram. Harusnya diberi hak paten saja setiap karyanya,setiap quote yang dia tulis. Perkata atau perkalimat dihitung berapa rupiah royalty yang akan diterima.

 

Banyak netizen yang salah kaprah mengenai nama Tere Liye,mereka pikir perempuan. Trus pada kaget ketika nama sebenarnya adalah Darwis.