Sosok Seorang YouTuber

Imutnya Gita Savitri Devi, Youtuber & mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jerman

Lagi pengen ngomongin anak muda yang satu ini. Namanya Gita Savitri Devi. Cantik,pinter,berjilbab dan layak dijadikan panutan dede dede gemes diluar sana. Daripada ngelike a*k*r*n yang kadang adegannya agak vulgar lebih baik ngelike yang satu ini.

 

Perempuan asal Palembang ini lahir pada tanggal 27Juli 1992. Saat ini sedang menyelesaikan skripsi di Freie University di Berlin(Jerman). Suka sama sosoknya yang pekerja keras. Disalah satu tulisannya di blog dia bilang harus kerja di pabrik demi bisa bertahan hidup di Jerman. Jam kerjanya setiap hari 9jam. Dan itu dengan posisi kerja yang harus berdiri dari pagi sampai sore.

 

Viewernya di youtube sudah mencapai 105.000orang. Dan satu lagi yang patut dicontoh adalah gaya hidupnya tidak hedon. Setiap dia ke Jakarta dia ga pernah mau ke Starbuck. Alasannya simpel karena mahal. Dia punya duit tapi dia tidak mau bergaya hidup hedon.

 

Di youtube dia sering ngeshare kegiatannya bareng Paul(pacarnya). Paul kuliah di Jerman tapi ambil jurusan kedokteran. Dia bikin tulisan yang terkesan “ngamuk” pada saat netizen komentar bahwa Paul pindah agama karena dipaksa Gita. Kalau gw jadi Gita mungkin kesel juga kali yah kalo ranah pribadi diobok obok orang lain.

 

“Seharusnya mereka mikir,akibat komentar mereka pihak keluarga(orangtua) jadi bertanya macem macem dan mesti ngejelasin panjang lebar.”itu salahsatu tulisan diblognya Gita. Sabar ya Gita,hidup memang seperti itu,kita yang ngejalanin tapi oranglain yang komentar.

 

Gita pernah mengcover salahsatu lagu Tulus yang judulnya Teman Hidup.”Tetaplah bersamaku…jadi teman hidupku…berdua kita jalani cerita….”Divideo tersebut Paul yang main gitar dan Gita yang nyanyi. Keliatan banget ada chemistrynya,satu sama lain saling memandang penuh cinta,bikin melted.

 

Si Gita pernah komentar “orang tahunya Gita yang sekarang,Gita yang punya kamera bagus buat bikin foto. Padahal nabungnya lama banget buat beli benda yang satu itu. Sampe makanpun harus berhemat banget,lebih sering makan cuma pake telor. Ngirit setengah mati selama hidup di Jerman. Orang tahunya hidup gw enak punya kosmetik mahal dari luarnegeri. Padahal itu semua gratisan dan sebagai timbal baliknya harus sering sering mempromosikan produk mereka.”

 

Gita pernah cerita soal masa kecilnya waktu SD. Disebuah sekolah negeri dekat pasar tradisional yang becek. Bagaimana dia menghargai teman temannya yang anak tukang ojek,tukang becak dan anak pedagang pasar. Kehidupan yang mengagumkan menurutnya karena mengajarkan nilai nilai kehidupan yang sederhana. Keluar masuk pasar yang becek,yang jika hujan menyebabkan genangan air yang menimbulkan aroma tidak sedap. Gita menikmati saat saat seperti itu. Dimana ketika menilai seseorang tidak hanya dari penampilan luar. Persahabatan yang penuh makna dan penuh ketulusan. Mungkin zaman sekarang susah menemukan arti sahabat. Sahabat yang bukan sekedar kepo tapi harus benar benar empati ketika temannya sedang kesulitan. Terkadang arti sahabat kita temukan ketika hidup kita ada dititik yang paling bawah. Disaat semua orang meninggalkan justru mereka bertahan,itulah arti sahabat. Ada disaat suka maupun duka.

 

 

34 pemikiran pada “Sosok Seorang YouTuber

  1. Sosok anak muda favorit aku nih mba, disaat gempuran anak yutuber yg kehidupannya bikin geleng-geleng kepala. Pengen nunjukin ke anak aku kelak kalo anak muda itu harusnya begini. Malah sampe sekarang aku gak tau a*k*r*n itu siapa. Hihihi

    Disukai oleh 1 orang

  2. Masih mending ya. Tapi nggak semua remaja mau dan bisa sekolah di Jerman. Apalagi hidup susah (kalau hidupnya skrg saja sdh susah). Jadi mungkin hanya remaja2 tertentu yg bisa mengidentifikasikan diri. TFS. Salam.

    Suka

  3. Sama aku juga ga mau klo ke Starbuck mahal, padahal sih emang ga punya uangπŸ˜‚πŸ˜‚.
    Di Indonesia ga pernah sama sekali ke starbuck, klo diluar pernah 😁😁 itu juga gratisan ditraktir teman yg kerja disana..😁😁
    Klo anak gaul versi kebanyakan, nongkrong di tmpat2 mahal/berkelas, klo aku mendingan beli yg jualan di trotoar/pinggir jalan. Lumayan kan bantu pedagang kecil,..😊

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s