Untuk Seseorang Yang Pernah Singgah Dihatiku

Kisah ini ditulis berdasarkan curhat seorang teman. Namanya Charli,usianya 35tahun. Kebetulan Charli ini kontraktor untuk beberapa proyek di Jakarta. Biasanya proyek yang diterima renovasi atau pembangunan gedung baru untuk mall,apartemen atau rumah susun. Charli ini sudah berkeluarga dan memiliki anak satu bernama Kirana. Kebetulan aku bekerja di management building sebuah mall. Mall ini akan direnovasi dalam waktu dekat. Dari sinilah  intensitasku untuk bertemu Charli semakin sering dan semakin dekat.

 

Sebut saja namaku Jihan,perempuan berusia 30tahun. Aku sudah memiliki anak satu bernama Darel. Aku salah satu karyawan di divisi finance&accounting. Otomatis segala pembayaran berupa cek dan gilyet biro aku yang urus. Jadwal pembayaran supplier dan kontraktor biasanya tiap hari Jum’at. Biasanya tiap hari Jum’at hpku bunyi terus. Banyak yang tanya giro mereka hari ini keluar atau ga? Terkadang aku juga harus mengecek SPK(surat perintah kerja)sebelum pembayaran mereka keluar.

 

Awalnya biasa saja ketemu Charli,ngebahas SPK,berapa persen progres yang sudah dikerjakan. Jika si bos sudah approve maka gironya segera kuberikan kepada Charli. Tanda tangan di beberapa lembar yang tersedia lalu terjadilah serah terima giro. Seperti biasa tidak ada yang istimewa. Tiba tiba dia ngajak ngobrol.

“Jihan,kamu mirip temen kuliahku. Bener deh mirippp banget.”

“Ah,masa sih.”

“Iya bener. Mirip temenku yang namanya Mira.”

“Ga mungkin mas Charli. Kan kamu kuliah di teknik sipil aku di accounting.”

“Iya bener mirip Mira,manis manis gitu mukanya enak dilihat.”

“Ah gombal,udah ah aku mau kerja lagi.”aku segera berlalu dengan warna muka merah jambu.

 

Setahun berlalu proyek renovasi mall hampir selesai. Tiba tiba dapet kabar dari salah satu temen kantor kalau Mas Charli kecelakaan. Kakinya patah. Sempet WA dia trus aku tanya bagaimana kondisinya. Dia bilang harus berjalan pakai kruk. Beberapa proyeknya terbengkalai dan terpaksa diserahkan ke temannya sesama kontraktor.

Selang 6bulan dari situ kami tidak saling berkirim kabar. Di suatu sore sepulang kantor ada notifikasi di hpku. Ternyata dari Mas Charli.

 

“Jihan,aku boleh curhat ga?”

“Kenapa Mas?”

“Istriku kabur dari rumah.”

“Loh,kalian ada masalah apa?”

“Sejak kecelakaan itu,aku samasekali ga dapet proyek. Uang tabungan habis untuk berobat dan biaya makan setiap hari. Sementara aku belum bisa jalan. Kalau mau mendapatkan proyek aku harus ketemu langsung dengan klien. Ngedeal harga,menyerahkan gambar dan hal hal lainnya yang tidak bisa diwakilkan sama orang lain. Istriku mulai sering ngamuk ngeliat aku setiap hari dirumah terus. Ga ada pemasukan,bahkan tabungan semakin menipis.”

“Tapikan semua masih bisa dibicarakan baik baik Mas. Mungkin dia hanya emosi sesaat.”aku mencoba memberikan saran.

“Entahlah,sudah kujemput beberapa kali tetap saja tidak mau pulang. Aku dirumah hanya berdua saja dengan Kirana.”

“Sabar ya Mas,aku mendoakan yang terbaik untuk kalian.”ucapku mengakhiri obrolan.

 

Setelah hari itu dia jadi makin sering curhat. Konsultasi masakan apa yang harus dia buat untuk anaknya. Terkadang dia membahas soal Kirana,anaknya. Akupun kadang bercerita soal Darel. Beberapa hari yang lalu malah gantian aku yang curhat. Aku berantem dengan suamiku. Suamiku yang temperamental jika marah,membanting apapun yang ada didekatnya.

 

Aku ga tau,kapan rasa cinta itu mulai datang. Awalnya aku kasihan sama dia,lama lama timbul perasaan sayang.

 

Sepertinya suamiku mulai mencium aroma perselingkuhan kami. Dia minta semua password. Dari mulai password email,FB dan yang lainnya. Aku segera menelpon Mas Charli,kukatakan kepadanya aku ingin lost contac selama 6bulan kedepan. Kuceritakan alasanku akhirnya dia mengerti.

 

6bulan berlalu,ada seorang teman sms seperti ini”Jihan,buka FB gih,ada berita penting buatlu.”

Sebenernya males banget lagi banyak kerjaan disuruh buka FB. Untung si bos lagi ga ada. Aku ga pernah update status di FB sejak 6bulan yang lalu. Ada seseorang yang menulis diwall milik aku.”Jihan dah tau belum?Mas Charli dah meninggal.”

Aku terlonjak kaget mengucapkan innalillahi. Aku segera membuka profil FBnya Mas Charli. Ada gambar makam di FBnya. Dan tertulis jelas di batu nisan “Charli Winata.” Ada tanggal kematiannya 1oktober2017. Aku cuma bisa menangis dan mengirim alfatihah untuknya.