Foto Bersama

 

Acara ini inisiatif dari gurunya Jasmine dalam rangka hari guru yang jatuh pada tanggal 25 November. Ada acara makan makan plus foto bersama. Sebenarnya sayapun lupa kalau tanggal 25 November adalah hari guru. Dapet reminder dari teman teman di grup WA. Akhirnya bagi bagi tugas,ada yang bawa nasi kuning,kue tart,ayam goreng,buah buahan dan lain lain.

 

Selamat yach,buat kalian yang berprofesi sebagai guru. Semoga pendidikan di Indonesia semakin maju. Walaupun saat ini peringkat pendidikan Indonesia hanya nomor lima di ASEAN dan nomor 108 di dunia.

 

Bahkan provinsi DKI Jakarta membutuhkan guru sebanyak 46.791 orang walaupun realisasinya hanya ada guru 29.736 orang. Sisanya memakai guru honorer. Hal tersebut dikarenakan banyaknya guru di provinsi DKI Jakarta yang pensiun dan harus diganti dengan guru baru.

 

Ngomongin gurunya Jasmine ternyata beliau teman saya sewaktu SD. Sebut saja namanya Bapak S. Jadi pada saat ambil raport,selesai membicarakan nilainya Jasmine akhirnya ngobrolin teman teman dimasa SD. Si Bapak S ini ternyata masih guru honorer. Istrinya guru juga,tapi ngajar di daerah Jakarta Selatan. Untungnya istri beliau sudah menjadi PNS. Jadi tidak perlu harap harap cemas kira kira kapan ya pengangkatan menjadi PNS.

 

Alhamdulillah,guru guru di Jakarta tidak bernasib seperti Umar Bakri(lagunya Iwan Fals). Kayaknya rata rata sudah sejahtera dengan ke sekolah bawa minimal Xenia atau Avanza. Tolong diralat kalau tulisan saya salah. Mengenai guru di daerah mungkin butuh perhatian lebih dari pemerintah,karena terkadang gaji bulanan telat datangnya.

 

Kebetulan di foto tersebut Jasmine foto paling belakang dengan pose memegang balon kuning.Disebelah kiri Jasmine namanya Sofia(bukan nama sebenarnya). Sofia ini mamanya sudah meninggal setahun yang lalu. Dia sering cerita ke Jasmine kalo dia pengen banget nyusul mamanya. Untung teman temannya sering kasih nasehat. Nasehat ala anak kecil. “Ih kamu….ga boleh begitu….ga boleh bilang pengen nyusul Mama. Dosa tau….” kira kira begitulah kalimat yang diucapkan Jasmine ke Sofia.

 

Sofia juga sering cerita mengenai mama tirinya. Mama tiri yang kebetulan hadir dirumah pada saat Sofia belum siap. Sabar ya nak,nanti suatu saat Sofia pasti bisa lebih akrab dengan mama tiri.

 

Disebelah kanan Jasmine namanya Vera,dia rengking satu di kelas. Paling tinggi di kelas sekaligus paling cerewet di kelas(menurut Jasmine). Sering berangkat sekolah bareng Jasmine,dan sering kirim WA ke Jasmine membicarakan tugas kelompok. Biasanya si Bapak S mengadakan mencongak sebelum pulang. Biasanya mengenai perkalian. Dan Jasmine ga pernah pulang cepat kalo mencongak soalnya matematik. Biasanya dia ada ditengah tengah,ga pulang pertama sekaligus ga pulang terakhir. Jasmine ga terlalu suka pelajaran matematik(mirip bapaknya).

 

Iklan

Quotes

“Terlebih soal kasus pinjem quotesnya TL,dia ga berhak nilai orang lain sok cantik atau sok ganteng. Arogan sekali kata katanya. Soal pinjem quotes,merekapun juga nyantumin nama Tere Liye. Dan mereka pula yang sepertinya baca atau beli bukunya.”tweet ini ditulis seorang teman berinisial DM. Yup betul,saya lagi mau ngomongin penulis beken Tere Liye alias Darwis.

 

Kasus ini berawal dari seorang ABG labil upload foto mesra di IG terus ada quote Tere Liye. Yang bersangkutan tidak berkenan quotenya dipakai untuk hal hal seperti itu. Bunyi quotenya”Inilah hidupku sederhana,terserah apakata orang,aku apa adanya.” Yang bikin netizen komentar adalah cara penyampaian si TL yang arogan. Seharusnya beliau mengerti jika suatu karya sudah dipublikasikan maka itu milik khalayak umum.

 

Si Tere Liye sudah berkecimpung selama 12tahun didunia literasi buku. Sudah menghasilkan 28buku. Lima diantaranya berjudul Moga Bunda Disayang Allah,Hafalan Sholat Delisa,Tentang Kamu,Negeri Para Bedebah,Bidadari Bidadari Surga. Diantara sekian banyak bukunya saya hanya punya dua. Trus bagaimana komentar saya mengenai bukunya? Bagus,walaupun tidak bikin saya penasaran.

 

Bukan kali ini saja Tere Liye bikin heboh di sosmed. Beberapa waktu yang lalu beliau pernah curhat mengenai pajak untuk penulis.Tarifnya adalah 50%dari penghasilan bruto dikurangi PTKP dan dikenai pajak sesuai tarif berlaku. Yang bikin beliau keberatan karena pajak penulis lebih besar dibanding pajak untuk seorang dokter,pegawai swasta,PNS dan lainnya.

 

Beliau sempat cerita bagaimana susahnya menjadi seorang penulis. Misalkan harga buku Rp100 maka yang didapat seorang penulis hanya Rp7 sisanya untuk bayar pajak,toko buku,penerbit,biaya promosi,dan lain lain. Tapi bukankah kerja itu harus ikhlas? Mau dapet rezeki banyak atau sedikit yang penting bersyukur kepada Allah SWT.

 

Sekedar saran saja,kalau dari awal punya cita cita untuk menjadi penulis sebaiknya itu dijadikan sidejob saja. Misalkan profesi utama kerja kantoran,dan pendapatan lainnya dari royalty buku. Daripada curhat di sosmed betapa ga enaknya jadi seorang penulis. Kecuali penulis tajir melintir seperti JK Rowling atau Andrea Hirata.

 

Banyak netizen yang berkomentar kalau si Tere Liye seperti sedang PMS menghadapi orang yang memakai quotenya. Padahal namanya sendiri pakai nama film India. Dan untungnya orang India ga marah namanya dipakai Pak Darwis ini. Bahkan sastrawan beken sekelas Pramudya Ananta Tur,memaklumi jika ada beberapa orang yang mengutip karyanya asal dicantumkan sumbernya.

 

 

Bersyukurlah Tere Liye menjadi semakin terkenal tanpa perlu menulis novel beratus ratus lembar. Terkenal karena beliau marah quotenya dipakai beberapa selebgram. Harusnya diberi hak paten saja setiap karyanya,setiap quote yang dia tulis. Perkata atau perkalimat dihitung berapa rupiah royalty yang akan diterima.

 

Banyak netizen yang salah kaprah mengenai nama Tere Liye,mereka pikir perempuan. Trus pada kaget ketika nama sebenarnya adalah Darwis.

Masa Masa SMA

Kayaknya setahun yang lalu gw pernah bikin postingan masa masa SMP. Dan sekarang lagi pengen nulis masa masa SMA. Sebenarnya gw ga pernah sekolah di SMA tapi gw sekolah di SMK.

 

Disebuah SMK di Jakarta Timur ambil jurusan akuntansi. Mayoritas muridnya perempuan. Yang menyebabkan gw sulit cari pacar pada saat itu(justkidding). Waktu itu di kelas ada 40murid terdiri dari 37perempuan dan 3laki laki. Mau naksir temen sekelas dianya cuek. Naksir kakak kelas yang ganteng dia udah punya pacar. Oke,kita hunting pacar ditempat lain aja.

 

Tibalah saat saat harus mengikuti PKL(praktek kerja lapangan). Kami yang sekolah di SMK memang diwajibkan mengikuti kegiatan PKL. Kebetulan dapet tempat PKL disebuah perusahaan penerbitan buku. Penerbitan sekaligus percetakan buku. Kerjaan gw disitu gampang banget cuma disuruh ngecek rekening koran,tapi rekening korannya banyak jadi kita harus benar benar teliti. Rekening koran dari BCA,Mandiri,BRI dan beberapa bank lainnya.

 

Kantornya memiliki dua lantai. Gw kerja di lantai dua bareng beberapa staff finance. Dan di lantai satu tempat percetakan. Di lantai satu ini banyak anak anak PKL dari STM Grafika. Setiap istirahat makan siang pasti ketemu mereka trus kenalan dan ngobrol. Ujung ujungnya gw jadian sama salahsatu dari mereka. Iya,cinta putih abu abu alias cinta monyet.

 

Sebenarnya waktu itu yang nembak ada dua orang. Sebut saja nama mereka si A dan si B. Pada akhirnya gw lebih milih si A ketimbang si B. Mungkin pertimbangannya karena si B orangnya pemalu banget,setiap ngobrol lebih sering ngeliat ke lantai daripada ngeliat muka gw. Gw ga suka cowok pemalu,soalnya kadang bingung pilih topik obrolan. Kalo sama si A setiap ngobrol berjalan lancar dan ga pernah saling diem dieman karena kehabisan bahan obrolan.

 

Setiap pulang PKL pasti dianter sama si A. Jalan kaki dari tempat PKL ke halte bis kira kira berjarak 100meter. Walaupun jalan kaki tapi berasa indah karena sambil bergandengan tangan. Si A ini mukanya mirip Adrian Maulana(salahsatu pemain sinetron). Kayaknya waktu itu pacarannya ga lama cuma 6bulan. Kalau ditanya apakah si A ini mantan terindah? Kayaknya iya deh.

 

Kalo lagi bengong dirumah trus ngeliat foto putih abu abu sering bertanya,si A ini sekarang dah punya anak berapa? Benar benar lost contack sama dia. Kalau mantan mantan yang lain masih bisa ditelusuri dari sosmed. Kira kira kalo suatu saat gw ketemu dia ngobrol apa ya?

 

Itu tadi soal kisah asmara. Sekarang mau ngomongin akademis. Sekolah gw ini dulu dapet peringkat nomor satu di Jakarta Timur,ga tau deh kalo sekarang. Kalau menurut gw terlalu banyak anak pinter di sekolah ini bikin gw susah dapet rangking satu. Ibaratnya pas SMP gw adalah ikan besar di kolam kecil. Tapi pas di SMK adalah ikan kecil di kolam besar. Bahkan pada saat jam istirahat sebagian besar dari mereka masih pegang buku. Disekolah ini naluri kompetisinya terlalu besar bikin gw kadang kadang bete. Itukan di gambar sekolahnya terlihat ada tiga lantai,dulu pas gw sekolah disitu bangunannya belum seperti itu. Dulu bangunannya bergaya jadul dan belum tingkat. Buat almamater gw yang masih sekolah di sana,rajin rajin belajar ya dek,biar pinter dan jangan ikut ikutan jadi generasi mecin.

Sosok Seorang YouTuber

Imutnya Gita Savitri Devi, Youtuber & mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jerman

Lagi pengen ngomongin anak muda yang satu ini. Namanya Gita Savitri Devi. Cantik,pinter,berjilbab dan layak dijadikan panutan dede dede gemes diluar sana. Daripada ngelike a*k*r*n yang kadang adegannya agak vulgar lebih baik ngelike yang satu ini.

 

Perempuan asal Palembang ini lahir pada tanggal 27Juli 1992. Saat ini sedang menyelesaikan skripsi di Freie University di Berlin(Jerman). Suka sama sosoknya yang pekerja keras. Disalah satu tulisannya di blog dia bilang harus kerja di pabrik demi bisa bertahan hidup di Jerman. Jam kerjanya setiap hari 9jam. Dan itu dengan posisi kerja yang harus berdiri dari pagi sampai sore.

 

Viewernya di youtube sudah mencapai 105.000orang. Dan satu lagi yang patut dicontoh adalah gaya hidupnya tidak hedon. Setiap dia ke Jakarta dia ga pernah mau ke Starbuck. Alasannya simpel karena mahal. Dia punya duit tapi dia tidak mau bergaya hidup hedon.

 

Di youtube dia sering ngeshare kegiatannya bareng Paul(pacarnya). Paul kuliah di Jerman tapi ambil jurusan kedokteran. Dia bikin tulisan yang terkesan “ngamuk” pada saat netizen komentar bahwa Paul pindah agama karena dipaksa Gita. Kalau gw jadi Gita mungkin kesel juga kali yah kalo ranah pribadi diobok obok orang lain.

 

“Seharusnya mereka mikir,akibat komentar mereka pihak keluarga(orangtua) jadi bertanya macem macem dan mesti ngejelasin panjang lebar.”itu salahsatu tulisan diblognya Gita. Sabar ya Gita,hidup memang seperti itu,kita yang ngejalanin tapi oranglain yang komentar.

 

Gita pernah mengcover salahsatu lagu Tulus yang judulnya Teman Hidup.”Tetaplah bersamaku…jadi teman hidupku…berdua kita jalani cerita….”Divideo tersebut Paul yang main gitar dan Gita yang nyanyi. Keliatan banget ada chemistrynya,satu sama lain saling memandang penuh cinta,bikin melted.

 

Si Gita pernah komentar “orang tahunya Gita yang sekarang,Gita yang punya kamera bagus buat bikin foto. Padahal nabungnya lama banget buat beli benda yang satu itu. Sampe makanpun harus berhemat banget,lebih sering makan cuma pake telor. Ngirit setengah mati selama hidup di Jerman. Orang tahunya hidup gw enak punya kosmetik mahal dari luarnegeri. Padahal itu semua gratisan dan sebagai timbal baliknya harus sering sering mempromosikan produk mereka.”

 

Gita pernah cerita soal masa kecilnya waktu SD. Disebuah sekolah negeri dekat pasar tradisional yang becek. Bagaimana dia menghargai teman temannya yang anak tukang ojek,tukang becak dan anak pedagang pasar. Kehidupan yang mengagumkan menurutnya karena mengajarkan nilai nilai kehidupan yang sederhana. Keluar masuk pasar yang becek,yang jika hujan menyebabkan genangan air yang menimbulkan aroma tidak sedap. Gita menikmati saat saat seperti itu. Dimana ketika menilai seseorang tidak hanya dari penampilan luar. Persahabatan yang penuh makna dan penuh ketulusan. Mungkin zaman sekarang susah menemukan arti sahabat. Sahabat yang bukan sekedar kepo tapi harus benar benar empati ketika temannya sedang kesulitan. Terkadang arti sahabat kita temukan ketika hidup kita ada dititik yang paling bawah. Disaat semua orang meninggalkan justru mereka bertahan,itulah arti sahabat. Ada disaat suka maupun duka.

 

 

Untuk Seseorang Yang Pernah Singgah Dihatiku

Kisah ini ditulis berdasarkan curhat seorang teman. Namanya Charli,usianya 35tahun. Kebetulan Charli ini kontraktor untuk beberapa proyek di Jakarta. Biasanya proyek yang diterima renovasi atau pembangunan gedung baru untuk mall,apartemen atau rumah susun. Charli ini sudah berkeluarga dan memiliki anak satu bernama Kirana. Kebetulan aku bekerja di management building sebuah mall. Mall ini akan direnovasi dalam waktu dekat. Dari sinilah  intensitasku untuk bertemu Charli semakin sering dan semakin dekat.

 

Sebut saja namaku Jihan,perempuan berusia 30tahun. Aku sudah memiliki anak satu bernama Darel. Aku salah satu karyawan di divisi finance&accounting. Otomatis segala pembayaran berupa cek dan gilyet biro aku yang urus. Jadwal pembayaran supplier dan kontraktor biasanya tiap hari Jum’at. Biasanya tiap hari Jum’at hpku bunyi terus. Banyak yang tanya giro mereka hari ini keluar atau ga? Terkadang aku juga harus mengecek SPK(surat perintah kerja)sebelum pembayaran mereka keluar.

 

Awalnya biasa saja ketemu Charli,ngebahas SPK,berapa persen progres yang sudah dikerjakan. Jika si bos sudah approve maka gironya segera kuberikan kepada Charli. Tanda tangan di beberapa lembar yang tersedia lalu terjadilah serah terima giro. Seperti biasa tidak ada yang istimewa. Tiba tiba dia ngajak ngobrol.

“Jihan,kamu mirip temen kuliahku. Bener deh mirippp banget.”

“Ah,masa sih.”

“Iya bener. Mirip temenku yang namanya Mira.”

“Ga mungkin mas Charli. Kan kamu kuliah di teknik sipil aku di accounting.”

“Iya bener mirip Mira,manis manis gitu mukanya enak dilihat.”

“Ah gombal,udah ah aku mau kerja lagi.”aku segera berlalu dengan warna muka merah jambu.

 

Setahun berlalu proyek renovasi mall hampir selesai. Tiba tiba dapet kabar dari salah satu temen kantor kalau Mas Charli kecelakaan. Kakinya patah. Sempet WA dia trus aku tanya bagaimana kondisinya. Dia bilang harus berjalan pakai kruk. Beberapa proyeknya terbengkalai dan terpaksa diserahkan ke temannya sesama kontraktor.

Selang 6bulan dari situ kami tidak saling berkirim kabar. Di suatu sore sepulang kantor ada notifikasi di hpku. Ternyata dari Mas Charli.

 

“Jihan,aku boleh curhat ga?”

“Kenapa Mas?”

“Istriku kabur dari rumah.”

“Loh,kalian ada masalah apa?”

“Sejak kecelakaan itu,aku samasekali ga dapet proyek. Uang tabungan habis untuk berobat dan biaya makan setiap hari. Sementara aku belum bisa jalan. Kalau mau mendapatkan proyek aku harus ketemu langsung dengan klien. Ngedeal harga,menyerahkan gambar dan hal hal lainnya yang tidak bisa diwakilkan sama orang lain. Istriku mulai sering ngamuk ngeliat aku setiap hari dirumah terus. Ga ada pemasukan,bahkan tabungan semakin menipis.”

“Tapikan semua masih bisa dibicarakan baik baik Mas. Mungkin dia hanya emosi sesaat.”aku mencoba memberikan saran.

“Entahlah,sudah kujemput beberapa kali tetap saja tidak mau pulang. Aku dirumah hanya berdua saja dengan Kirana.”

“Sabar ya Mas,aku mendoakan yang terbaik untuk kalian.”ucapku mengakhiri obrolan.

 

Setelah hari itu dia jadi makin sering curhat. Konsultasi masakan apa yang harus dia buat untuk anaknya. Terkadang dia membahas soal Kirana,anaknya. Akupun kadang bercerita soal Darel. Beberapa hari yang lalu malah gantian aku yang curhat. Aku berantem dengan suamiku. Suamiku yang temperamental jika marah,membanting apapun yang ada didekatnya.

 

Aku ga tau,kapan rasa cinta itu mulai datang. Awalnya aku kasihan sama dia,lama lama timbul perasaan sayang.

 

Sepertinya suamiku mulai mencium aroma perselingkuhan kami. Dia minta semua password. Dari mulai password email,FB dan yang lainnya. Aku segera menelpon Mas Charli,kukatakan kepadanya aku ingin lost contac selama 6bulan kedepan. Kuceritakan alasanku akhirnya dia mengerti.

 

6bulan berlalu,ada seorang teman sms seperti ini”Jihan,buka FB gih,ada berita penting buatlu.”

Sebenernya males banget lagi banyak kerjaan disuruh buka FB. Untung si bos lagi ga ada. Aku ga pernah update status di FB sejak 6bulan yang lalu. Ada seseorang yang menulis diwall milik aku.”Jihan dah tau belum?Mas Charli dah meninggal.”

Aku terlonjak kaget mengucapkan innalillahi. Aku segera membuka profil FBnya Mas Charli. Ada gambar makam di FBnya. Dan tertulis jelas di batu nisan “Charli Winata.” Ada tanggal kematiannya 1oktober2017. Aku cuma bisa menangis dan mengirim alfatihah untuknya.