Annida

IMG_20200609_135047

Majalah Annida di foto ini tertera tanggal 13 Februari 2002. Usianya sudah delapan belas tahun, tapi masih tampak bagus. Saya memang selalu merawat barang barang yang saya suka. Meski mungkin usianya sudah lebih dari sepuluh tahun. Majalah Aneka dan Annida menemani masa remaja saya. Dan sekarang kedua majalah itu sudah almarhum.

Majalah Annida bisa dibilang hampir sama dengan koran Republika yaitu membahas tentang dunia Islam. Tapi majalah Annida didominasi cerpen cerpen khas remaja kala itu. Harganya cuma tiga ribu lima ratus rupiah.

Pemimpin Redaksi majalah Annida kala itu Dian Yasmina Fajri. Edisi kali ini berisi cerpen antara lain :

1.Lebih Banyak Dari Pasir di Laut

2.Mesin Waktu

3.Sahabat

4.Tiara

5.Anugerah Terindah

6.Bidadari Kecil

7.Surat dari Allah

8.Suatu Siang di Khatulistiwa

Cerpen yang paling saya suka Bidadari Kecil penulisnya Nabila Azzahra bercerita tentang mahasiswi bernama Evi yang kehidupannya tersesat. Seks bebas dan narkoba yang membuat dia hamil diluar nikah. Singkat cerita Evi menggugurkan kandungannya dengan uang sebesar dua juta rupiah.

Suatu hari di pertengahan bulan Januari, Evi overdosis dan dilarikan ke rumah sakit oleh orangtuanya. Seminggu setelah keluar dari rumah sakit, Evi dipaksa orangtuanya tinggal di sebuah pesantren. Setiap hari Evi diberi jamu ramuan khas pesantren, mandi dini  hari diiringi zikir dan doa, berendam di kolam renang tertutup, dan air rebusan jahe yang diteteskan ke kedua bola mata. Perlakuan seperti itu mampu membuatnya sembuh dari ketergantungan narkoba.

Singkat cerita Evi betah tinggal di pesantren. Dan memilih mengabdikan diri sebagai guru bahasa Inggris di pesantren itu. Sampai suatu hari ada seorang ikhwan yang ingin mengajak Evi ta’aruf. Ikhwan tersebut bernama ustad Fikry dan sudah siap menerima Evi dengan segala kekurangannya, termasuk masa lalunya. Beberapa bulan kemudian mereka menikah.

Suatu hari Evi pingsan dan dibawa ke rumah sakit oleh suaminya. Diagnosa dokter Evi mengidap kanker leher rahim atau cerviks. Saat itu Evi sadar inilah akibat kesalahan terbesar dalam hidupnya yang pernah dibuat.

Evi terbangun dan mendapati dirinya berada di sebuah ruangan berwarna putih yang bersih dan sangat terang. Tubuhnya kurus kering mengenakan gamis dan jilbab putih. Evi merasa ranjang yang ditiduri berada di atas asap yang mirip segumpalan awan di langit. Evi ingin berteriak menanyakan keberadaannya, tapi tenggorokan seperti tercekat. Tak sanggup mengeluarkan suara apapun. “Assalamualaikum Ibu” seorang gadis kecil yang cantik menyapa Evi. “Wa’alaikumsalam.” Evi tersentak tapi berusaha menjawab salam sang gadis kecil.

“Maaf kau siapa? “Evi bertanya bingung.” Ibu memang belum pernah mengenalku, aku ini bidadari kecilmu. Bidadari yang kau lenyapkan tiga tahun lalu. “sahut si gadis.

” Bidadari kecilku? maksudmu janin yang kugugurkan itu? “” Ya benar, sekarang kau dapat melihat dan menyentuhku. ”

Evi terpana. Wajah bidadari kecil itu begitu mirip dengan dirinya.” Sekarang Ibu harus meminta maaf pada Allah SWT dan Allah akan memberikan kebahagiaan abadi buat Ibu “gadis kecil itu berkata lirih pada Evi. Dan pada akhirnya Evi dijemput malaikat Izrail dengan mengucapkan Laailaahailallah.

 

 

Tetangga

Baiklah, saya akan cerita mengenai tetangga depan rumah. Astagfirullah, sebenarnya saya tidak ingin gibah, tapi tangan ini gatal banget pengen nulis. Tetangga depan rumah saya itu suami istri berinisial M.  Memiliki dua orang anak perempuan. Yang pertama sudah kuliah, dan yang kedua masih SMP. Rumahnya berlantai dua, bergaya klasik dan mungkin harga rumahnya sekian M.

Pada suatu malam, tepatnya malam Minggu sibapak itu kumpul bersama lima orang temannya. Kumpul di teras rumah yang tentu saja suara keras obrolan mereka terdengar di telinga.  Jam sudah menunjukkan angka setengah sebelas malam. Kemudian mereka nyanyi nyanyi sambil main gitar. Anak saya yang berumur satu setengah tahun terbangun dari tidurnya.  Ingin rasanya saya ambil batu dan lempar pagar rumahnya.  Tapi untungnya niat tersebut tidak jadi, saya masih bisa bersabar. Saya tidak tinggal di komplek perumahan yang kapanpun bisa komplain ke pak satpam atau pengelola. Mau komplain ke pak RT kayaknya beliau sudah tidur.

Saya kesal tapi segera menggendong Farzan biar dia bisa tidur lagi. Andaikan saja sibapak itu yang punya anak kecil, pasti dia juga akan komplain seperti saya.

Tadi saya cerita mengenai tetangga depan rumah. Dan sekarang saya ingin cerita mengenai tetangga tiga rumah dari rumah saya.  Suami istri yang masih muda dan memiliki satu orang anak lelaki kelas enam SD. Si suami berkaca mata dan sosok yang sabar menurut saya.  Dan si istri cantik tapi kalo lagi marah tingkahnya mirip Meriam Bellina kalo lagi berperan sebagai tokoh jahat. Suaranya tujuh oktaf ketika ngomelin anaknya, dan itu mengganggu telinga saya. Bukankah anak yang sering dibentak bentak jadi tidak percaya diri? saya kasihan sama anaknya tapi tidak ingin ikut campur urusan orang lain. Sudah ya guys ada yang harus saya kerjakan.

Thanks Dika (Liebster Award)

Pagi ini sehabis makan sahur dapet pemberitahuan dariDika. Mengenai Liebster Award. Awalnya dari Ical, trus ke Arin trus ke Dika. Begitulah alurnya. Pokoknya mereka orang orang hebat di dunia WordPress menurut saya.

Langsung saja 11 fakta tentang saya :

1.saya lahir di pagi hari sekitar jam tujuh pagi di bulan Juni.

2 saya anak bungsu dari empat bersaudara.

3 saya introvert.

4.saya lebih suka nonton bioskop sendirian daripada bareng temen atau suami (aneh). Padahal orang lain nonton bioskop sukanya ada yang nemenin. Itulah saya kadang aneh.

5.nama lengkap saya cuma ada tujuh huruf, silahkan tebak.

6.Bubur?saya lebih suka makan bubur ayam tidak diaduk. Kalau kalian pilih mana? diaduk atau tidak? Dan saya punya langganan tukang bubur favorit, namanya si abang kurus dari Pekalongan.

7. Teman sekelas saya waktu SMP namanya Poni Rahayu, saya teramat sangat ingin bertemu dengannya, tapi dia menghilang tanpa jejak.

8.Blog ini blog kedua buat saya, tapi teramat sangat berkesan di dalam hati.

9.Yang bikin saya ga bisa tidur adalah kalo anak saya yang kedua tidur siangnya terlalu lama. Kalo dia tidur siangnya terlalu lama berarti malamnya saya begadang.

10.Saya suka nonton sepak bola di teve terutama klub Manchester United. Semoga saja suatu saat saya bisa ke Old Trafford(amin).

11.Saya suka warna hijau, jangan tanya kenapa pokoknya suka aja.

InShot_20200510_045815465

tiga tulisan yang pernah saya buat :

Untuk Seseorang Yang Pernah Melahirkanku

225 Januari

3Sembako

11 pertanyaan dari Dika :

1  Tempat apa yang tidak akan terlupakan sampai sepuluh tahun ke depan? tentu saja rumah sakit Jati Sampurna dan rumah sakit Kesdam karena disitu saya melahirkan Jasmine dan Farzan.

2  Apa lagu terbaik menurut saya? Selepas Kau Pergi (Laluna), maaf lagu jadul. Lagu ketika saya patah hati, dan saya menyesal pernah patah hati dengan orang yang salah, wkwkwk. Kadang kebodohan masalalu perlu ditertawakan.

3  Apa film paling berkesan menurut saya? AADC yang pertama karena saya harus antre dua jam untuk film Indonesia yang sedang booming.

4  Apa yang harus dirubah dari dunia ini? pertanyaan ini bikin kening saya berkerut. Pokoknya saya ingin di dunia ini tidak ada lagi virus Corona atau virus virus lain yang menyusahkan manusia.

5 Bahasa apa yang ingin dikuasai selain English? Jepang? mungkin karena terpengaruh Narumi di  film Ordinary People.

6 Reklame pengen gambar apa? pengen gambar atau foto saya beserta Farzan dan Jasmine.

7  Bila saya dikasih makanan yang tidak saya suka apa yang akan saya lakukan? terus terang. Maaf saya orangnya tidak suka basa basi.

8 Apa definisi bahagia? bahagia adalah jika kita bisa membahagiakan orang lain.

9 Saya lebih suka yang mana? ramai atau sepi? saya pilih sepi.

10  Olahraga apa yang saya suka? nggak ada. Saya cuma suka nonton sepak bola tapi ga pernah main bola.

11  Jika saya lagi gabut apa yang saya  lakukan? bengong sambil menghayal dapat undian 2M,wkwkwk.

11 Blogger yang saya nominasikan untuk ikut Liebster Award, semoga mereka berkenan. Antara lain :

1  Ikha

2  Bijo(Dreams Take Anywhere)

3  Mba Noni

4  Nduttyke

5  Mba Dewi

6  Mba Puji

7  Ci Inly

Teteh Rahma

Vera

10  Sinyonyanyablak

11  Dini Muktiani

11 pertanyaan yang akan saya ajukan untuk nama nama di  atas, pertanyaannya adalah :

1  Siapa nama lengkap kamu dan apa artinya?

2  Siapa artis paling ganteng menurut kamu?

3 Apakah kamu suka pelajaran matematika? jika suka apa alasannya dan jika tidak suka sebutkan juga alasannya?

4  Apa warna favorit dan sebutkan alasannya?

5  Jika sedang patah hati apa yang kamu lakukan?

6  Kira kira Presiden RI ke 8 siapa?

7  Kira kira kapan virus Corona berlalu  dan sebutkan analisamu?

8  Jika kamu bertemu Ferdian Paleka apa yang akan kamu lakukan?

9  Jika kamu dapat undian 2M duitnya buat apa?

10  Negara mana yang ingin dikunjungi?

11  Buku apa yang ingin dibaca dan sebutkan alasannya?

Semoga mereka mau menjawab pertanyaan pertanyaan dari saya. Dan semoga mereka mau menominasikan sebelas Blogger lainnya.  Sekian dulu ya, dan jangan lupa untuk tulis sebelas fakta tentang kalian. Dan tiga tulisan rekomendasi.

Sembako

IMG_20200503_061110_HDRDua hari yang lalu saya menerima sembako dari Bapak Presiden Jokowi, alhamdulillah. Ngambilnya di rumah pak RT. Isi sembakonya beras lima belas liter, ikan sarden dua kaleng, Indomie sepuluh bungkus dan minyak goreng dua liter.

Apakah keluarga saya terdampak wabah Corona? iya, suami saya dirumahkan. Sekarang dia sibuk jualan online dan reparasi barang barang elektronik. Tapi banyak yang komplain mengenai pembagian sembako ini.

Terutama mereka yang menjadi keluarga PKH tapi tidak terima sembako dari Bapak Presiden Jokowi.Oh iya, singkatan PKH adalah Program Keluarga Harapan. Keluarga PKH ini setiap bulan mendapatkan beras, telur dan ayam dari Kemensos.

Keluarga saya bukan PKH tapi kenapa terdaftar di Kemensos? mungkin karena sebelum ibu meninggal pernah disuruh pak RT ikut program lansia. Entahlah, yang jelas kalau ada rezeki datang kita harus terima dengan senang, ga perlu ditolak, iya toh?

Tetangga saya yang juga dapat sembako pasang status seperti ini “alhamdulillah buat yang dapat sembako, yang ga dapet jangan marah, semoga ada rezeki yang lebih besar dari tempat lain, amin.” Kasihan pak RT, banyak dikomplain warganya.  Padahal pak RT cuma terima data dari Kemensos trus disuruh bagi bagi ke warga sesuai list yang tertera.

Berdoa semoga wabah Corona ini segera berlalu, supaya tidak ada salah paham antara warga yang satu dengan yang lain. Tapi seharusnya sebelum mereka komplain, mereka harus searching di internet. Bukankah sudah ditulis bahwa yang sebelumnya sudah mendapat bantuan dari Kemensos tidak akan dapat lagi dari sembako Pak Jokowi?

Mungkin mereka ga punya uang untuk akses internet, saya berpikir positif saja. Semoga tidak ada salah paham lagi mengenai pembagian sembako. Bukankah rezeki setiap orang tidak akan tertukar?

Gigi dan Corona

Kemarin selepas mandi dan sarapan, aku bergegas ke Puskesmas.  Gigi geraham sebelah kiri bawah sakit banget sejak tiga hari yang lalu.  Setelah pesan Gojek seharga sepuluh ribu rupiah lalu meluncur ke Puskesmas di Jalan Pertengahan.  Setelah membayar abang gojek aku ke bagian administrasi.  “Mau daftar ya Mbak?” tanya petugas itu yang berjilbab hitam.  “Iya, mau ke dokter gigi.” jawabku segera.  “Maaf Mbak, selama ada wabah Corona dokter gigi tidak terima pasien.  Ke dokter umum saja.”  Aku segera menggeleng lalu berlalu.  Dalam hati paling sama dokter umum cuma dikasih parasetamol.

Aku ingat di rumah masih ada setengah botol Listerine dan satu lembar Neozep.  Kebetulan hari ini sakitku ada dua, flu dan sakit gigi.  Lumayan semoga Neozep itu bisa juga untuk sakit gigi.  Sampai di rumah, aku segera buka kotak obat. Segera minum Neozep lalu lima menit kemudian kumur kumur pakai Listerine.  Lumayan sakit di gigi bisa berkurang.

Duh, gara gara Corona jadi susah ketemu dokter gigi.  Berdoa saja semoga wabah Corona segera pergi dari Indonesia. Update terbaru yang positif Corona 1677orang,yang meninggal 157orang dan yang sembuh 103orang. Kabarnya Gubernur Anies Baswedan sudah minta izin lockdown dari Pak Jokowi tapi belum diizinkan.  Dan beberapa dokter dari IDI sudah menyarankan sebaiknya Jakarta lockdown, karena jumlah dokter dan perawat yang terbatas.  Entahlah, kita tunggu saja keputusan pemerintah pusat, jadi lockdown atau tidak.  Aku berdoa saja semoga kita semua dan terutama yang baca blog ini bisa terhindar dari virus Corona, amin. #dirumahaja

Sepatu dan Monas

Pagi ini Jasmine ada acara jalan jalan ke Monas dari sekolahnya.  Sebenarnya bukan cuma ke Monas, tapi sekaligus ke beberapa museum di Jakarta.  Jam setengah enam pagi sudah siap siap berangkat, lalu terdengarlah teriakan itu”Mama……. sepatuku dimana??? “suaranya yang kencang mampu membangunkan adiknya yang lagi tidur.  Lalu kujawab” Di rak sepatu”aku menjawab dengan suara agak kencang.  Posisinya saat itu aku lagi di kamar tidur dan Jasmine di ruang tamu.  “Ga ada……” teriakan selanjutnya terdengar dari mulut Jasmine.  Aku segera turun dari tempat tidur supaya pak suami ga marah karena pagi pagi di rumah ada dua makhluk hidup yang teriak teriak dan bikin sakit telinga.

Setelah aku sampai di depan rak sepatu, kususuri semua satu persatu dengan teliti.  Waduh, beneran ga ada sepatu yang dimaksud.  Semalem di rumah ada acara pengajian 40hari meninggalnya almarhum Ibu.  Aku lupa pasti rak sepatu ada yang memindahkan posisinya. Aku cari di teras ga ada, aku cari di kolong meja dan kursi ga ada, aku cari di dekat dapur ga ada.  Setengah jam aku dan Jasmine mencari sepatu tersebut hasilnya nihil.

Akhirnya aku suruh Jasmine pakai sepatu merek Ardilles tapi dia ga mau.  Dia kekeh pengen pake sepatu merek Warior. Kepalaku pusing cari sepatu ga ketemu ditambah lagi berdebat sama makhluk kecil yang satu ini. Yang terkadang sifatnya ngeyel..

Akhirnya aku ancam”Ya udah, pilih mana? pilih pakai sepatu Ardilles atau tidak ikut ke Monas? ” Dengan wajah cemberut dipakainya sepatu Ardilles dengan terburu buru.  Segera cium tangan dan pamit ke sekolah.  Bapaknya yang mau mengantar cuma tersenyum melihat anak gadisnya cemberut.

Up date terbaru di grup WA mereka sudah sampai jalan tol MT Haryono menuju Monas, semoga pergi dan pulang selamat tanpa ada kendala, amin. Tahukah kalian dimana sepatu itu berada? sepatu tersebut baru ketemu jam sepuluh pagi dan ternyata ada di bawah karung.  Karung yang berisi baju baju bekas almarhumah Ibu.

Single Parent

Tadi sekitar jam lima sore,kusempatkan mampir ke sebuah warung pulsa di dekat rumah. Pemilik warung tersebut seorang perempuan single parent,yang kebetulan usianya hanya berbeda satu tahun dariku. Aku sering memperhatikan penampilannya,dia sering memakai kaos oblong dan hotpants. Dia cantik,berkacamata dan rambutnya dicat warna coklat. Kalau ada salah satu tetangga yang nyinyir tentang hotpantsnya,aku cuek saja. Kenapa aku cuek?ya karena perempuan single parent itu beragama Nasrani. Okelah,aku sebut saja perempuan single parent itu dengan inisial Y.

Ketika aku berteman atau bertetangga,aku tidak pernah mempersalahkan apa agama mereka. Yang penting bisa saling menghormati satu sama lain. Bukankah di Al Qur’an sudah ditulis “Bagiku agamaku dan bagimu agamamu.”

Sambil aku beli pulsa XL,si Y curhat soal anaknya yang kelas 3SD. Anaknya laki laki dan selalu dapat rengking satu di kelas. Dia cerita kalau di grup WA sekolah anaknya sering ada komentar nyinyir soal anaknya. Anaknya sering dibilang anak kesayangan ibu guru.

Si Y ini tampak tidak suka dengan komentar “anak kesayangan ibu guru.” Buat si Y,anaknya selalu dapat rengking satu karena memang berkompeten dalam hal pelajaran sekolah,bukan karena anaknya kesayangan ibu guru. Seringnya dapat komentar “anak kesayangan bu guru” membuat Y jadi malas antar jemput anaknya ke sekolah. Dan tugas antar jemput anaknya dialihkan ke adiknya. Si Y bilang pengen ke sekolah anaknya pada saat ambil raport saja atau memang ada keperluan yang mendesak.

Aku pikir anak pintar di sekolah ga pernah dibully,ternyata dibully juga seperti anaknya si Y. Dibully dengan cara disindir sindir sebagai “anak kesayangan bu guru.” Lalu aku kasih semangat ke Y,kalau dia jangan terlalu mempersalahkan hal tersebut. Kalau itu terjadi pasti karena banyak yang sirik dengan keberhasilan anaknya. Begitulah hidup,kita yang menjalani dan oranglain yang berkomentar,hehehe.

Mimisan

IMG_20200130_203040Tadi pagi Farzan mimisan,dan sempat bikin khawatir mamanya.Terkadang si Farzan ini kalo lagi capek suka mimisan. Biasanya mimisan di hidung sebelah kanan. Ketika mimisan anaknya ga pernah nangis tapi mamanya yang panik.

Hidung berdarah atau mimisan sebenarnya merupakan kejadian yang sangat umum pada balita. Dalam istilah medis,kondisi ini dikenal sebagai epistaksis. Dalam banyak kasus,perdarahan akan terjadi hanya di satu lubang hidung. Jika si kecil mengalami mimisan di bagian depan hidung maka akan lebih mudah menghentikannya.

Ini kali kedua Farzan mimisan. Yang pertama di awal bulan Desember 2019 ketika demam dan suhu tubuhnya mencapai 38derajat. Saat itu trombositnya ada di batas minimal yaitu 150.000 dan saya curiga itu gejala demam berdarah.

Tapi untungnya sehari kemudian suhu tubuhnya normal setelah berobat ke dokter. Sekarang usia Farzan setahun dua bulan dan sudah bisa berjalan. Mungkin karena Farzan terlalu aktif sehingga menyebabkan demam atau mimisan ketika tubuhnya sudah terlalu lelah. Dibanding kakaknya Jasmine,Farzan termasuk cepat berjalan. Dulu kakak Jasmine baru bisa jalan ketika usia satu tahun enam bulan.

Dulu ketika kakak Jasmine baru bisa jalan langsung diajak jalan jalan ke Ragunan sama bapaknya. Sekarang Farzan dah bisa jalan bapaknya lagi sibuk,belum sempat ngajak jalan jalan ke Ragunan. Sabar ya Dek,nanti seminggu lagi kita jalan jalan ke Ragunan. Ngeliat berbagai macam burung kesukaan Farzan,soalnya setiap lewat rumah Radit selalu nunjuk burung Lovebird yang jadi peliharaan Radit. Nanti Farzan bakalan senang ngeliat berbagai macam binatang di sana.

25 Januari

Mungkin sejak hari ini sampai beberapa tahun kedepan saya akan selalu ingat tanggal 25 Januari. Tanggal dimana ibu saya dipanggil oleh Allah SWT setelah berjuang sekian tahun melawan sakit diabetes. Tiga kali dirawat di RSUD Pasar Rebo. Terakhir ibu saya dirawat dari tanggal 17 Januari sampai 24 Januari 2020. Pulang dari rumah sakit tanggal 24 Januari dan meninggal tanggal 25 Januari 2020 jam setengah delapan pagi.

Sebetulnya ibu saya disarankan dokter untuk dirawat di rumah sakit yang lebih besar tapi ibu menolak.Sejak tanggal 18 Januari ibu selalu bilang “pengen pulang…….pengen pulang……”

Kami yang mendampinginya di rumah sakit cuma bisa bersabar dan bilang “sabar Bu,nanti kalau sudah sembuh pasti boleh pulang.” Tapi Tuhan berkehendak lain,ibu tidak sembuh tapi dipanggil ke tempat peristirahatan terakhir. Mungkin Tuhan lebih sayang Ibu dibanding kami anak anak ibu yang terkadang kurang sabar ketika membersihkan kotoran ibu. Maaf ya Bu,semoga disana ibu bisa tersenyum. Tersenyum ketika bertemu almarhum bapak.

Aku kasihan lihat luka di kaki ibu,lukanya sudah mencapai betis. Dan luka itu sudah berubah warna menjadi hitam. Kasihan kau Bu,merintih menahan sakit di kaki kanan. Tapi sekarang rasa sakit itu sudah hilang,ibu sudah tenang disisi AllahSWT,amin.

Hari hari tanpamu adalah hari hari penuh kesedihan tapi aku harus tetap tegar menjalaninya. Masih ada Jasmine dan Farzan yang harus aku urus. Jasmine sempat menangis ketika melihat neneknya terbujur kaku. Tapi setelah itu dia sudah bisa ikhlas. Sementara Farzan baru berusia satu tahun dua bulan,belum mengerti apa yang terjadi. Sudah ya Bu,kuakhiri tulisan ini daripada airmataku terus mengalir. Alfatihah untuk ibuku tercinta………..

Kabinet Indonesia Maju

Tadi pagi presiden Jokowi sudah mengumumkan 34 menteri dan pejabat setingkat menteri di Kabinet Indonesia Maju. Dari sekian nama yang diumumkan saya sangat tertarik dengan sosok Nadiem Anwar Makarim,MBA. Laki laki yang lahir di Singapur pada tanggal 4 Juli 1984.

Beliau dipilih Jokowi untuk menempati pos Mentri Pendidikan dan Kebudayaan. Diluar prediksi banyak pihak. Karena banyak yang mengira beliau akan menempati Menkominfo atau Mentri Digital Ekonomi(pos baru yang tidak jadi). Suami dari Franka Franklin ini memang tidak punya background di bidang pendidikan tapi kemampuannya di bidang IT pasti akan sangat membantu untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.

Nadiem Anwar Makarim,MBA adalah mentri termuda di Kabinet Indonesia Maju. Bapak satu anak ini baru berusia 35 tahun ketika dilantik menjadi Mendikbud. Semoga jiwa milenialnya mampu membuat kualitas para guru di Indonesia semakin meningkat.

Banyak meme yang bermunculan tentang Nadiem Anwar Makarim.Salah satunya ada yang bilang bayar SPP bisa pakai gopay. Saya sih inginnya dengan Nadiem Anwar Makarim menjadi Mendikbud maka tidak ada lagi guru yang gaptek. Tidak ada lagi murid memukul guru atau sebaliknya pak guru menampar muridnya yang ketahuan merokok.

Nadiem Anwar Makarim pasti akan fokus membangun SDM Indonesia yang jago IT sekaligus jago bisnis seperti dirinya. Mantan bos gojek ini akan memperkenalkan dunia internet mulai dari kelas satu SD. Internet yang baik,yang bisa mendukung dunia pendidikan dan kecerdasan berpikir anak anak Indonesia. Selamat bekerja Bapak Nadiem Anwar Makarim,selamat bekerja Bro!!!