Jam 12 Malam

Jam dinding di kamar saya sudah menunjukkan angka jam 12 malam,dan mata saya belum ngantuk. Kata orang jam 12 malam adalah waktu yang tepat untuk para kuntilanak dan makhluk astral berkeliaran(becanda). Update berita terbaru, telinga kanan saya sakit lagi. Sakit yang selalu kambuh setiap enam bulan sekali atau setahun sekali. Ini penyakit kok datangnya macam bonus tahunan dari kantor,datangnya cuma setahun sekali dan dinanti ribuan karyawan. Saya kangen bonus tahunan dari kantor, tapi sekarang ga bisa berharap lagi karena dah jadi pengangguran. Ah sudahlah,malas membahas penyakit. Saya hanya ingin membahas yang lain saja,yang bikin hati senang dan tenang. Yang jelas, mungkin nanti hari Senin atau Selasa saya akan ke dokter THT.

 

Saya punya keponakan usia 2tahun,namanya Afif. Afif ini selalu berhasil bikin saya ketawa ngakak dan gemes pengen cubit pipinya. Setiap kali Afif main ke kamar saya dia selalu menunjuk genteng kaca yang ada di atas sebelah kanan. Kebetulan kamar saya tidak ada jendela makanya ada bagian enternit yang sengaja dibikin terbuka sedikit dan ada satu genteng kaca disitu. Maksudnya supaya ada sinar matahari yang masuk. Afif kadang menunjuk ke genteng kaca itu. “Ihhh atut seyemmm……itu ada etan(ih takut seram ada setan).”  “Hus,ga boleh ngomong gitu.”lalu saya tutup bibirnya pakai jari telunjuk saya. Pernah suatu kali mamanya Afif terpaksa memandikan Afif jam 5 subuh pakai air hangat, karena waktu itu kondisinya lagi mau pergi ke luar kota. Lagi sibuk disabunin badannya, Afif malah sibuk nunjuk ke jendela kamar mandi yang terbuka. “Nek,nenek lagi ngapain disitu?”sedetik kemudian mamanya Afif langsung nengok ke jendela tapi ga ada siapapun. Tapi mamanya Afif langsung takut dan segera menyelesaikan proses memandikan Afif. Pernah ada yang bilang di dekat situ ada hantu seorang nenek. Si Afif sudah bisa berhitung walaupun kadang ngaco. “Atu,uwa,iga,empat,lima,enam,tujuh,lapan,sebelas….”menurut dia angka delapan ga masalah loncat ke angka sebelas. Setiap saya membenarkan hitungannya dia marah dan cemberut. Bibirnya manyun lima senti.

 

Si Afif ini tiap main ke rumah saya pasti selalu buka kulkas, katanya mau cari Yakult. Padahal tidak selalu ada Yakult di situ. Pernah saya terlambat memperhatikan tingkahnya ketika buka kulkas,apa yang terjadi?dia menumpahkan semangkuk sambal. Tangannya belepotan sambal dan saya segera mencuci tangannya pakai sabun. Di rumahnya kalau mamanya telat mengawasi dia akan menumpahkan susu bubuk sekaleng penuh,lalu asyik mengaduk susu di lantai pakai jarinya. Setelah itu susu bubuk yang menempel di jarinya dijilat dengan penuh semangat. Si Afif pernah mematahkan kaca spion sepedanya,lalu meninggalkan gagang spion yang lancip di ujungnya. Dan lagi lagi mamanya telat mengawasinya. Tuh anak asyik jingkrak jingkrak di atas sepeda lalu terpeleset dan ujung kaca spion sepeda yang lancip meninggalkan goresan tebal di dekat alisnya. Untung saja tidak kena ke mata Afif.

 

Saya sudahi postingan kali ini karena rasa kantuk mulai menyerang. Malam Minggu ditemani setangkup roti tawar lalu sibuk di depan laptop. Lalu saya mengantuk dan pengen tidur.

Iklan

Dikhitan

Fotonya cuma ada satu,gara gara ribet ngurusin bocah bocah.

 

Sabtu tgl 10 Februari 2018 Rani(temen kuliah)ngadain khitanan anaknya yang kedua(Endru). Akhirnya di sana ketemu Furi dan Yayuk. Kita berempat teman sekelas pas kuliah. Sebenarnya banyak teman teman kampus yang diundang,tapi dah pada pindah entah kemana setelah lulus kuliah. Jadi deh cuma kita berempat yang hari itu berhasil ketemuan di rumah Rani.

 

Si Endru masih kelas satu SD tapi dah ga sabar pengen cepat cepat disunat. Mungkin karena sering dikomporin abangnya(Rafi) jadi deh tuh anak berani banget minta disunat cepat cepat. Oh iya,anaknya Rani ada tiga(Rafi,Endru,Attar). Karena anakku cewek ga terlalu ngerti sih drama apa aja pada saat si anak ada di depan dokter. Khitan termasuk fitrah yang disebutkan dalam hadis shahih. Dari Abu Hurairah Radiyallahu’anhu berkata:lima dari fitrah yaitu khitan,istihdad,mencabut bulu ketiak,memotong kuku dan mencukur kumis.

 

Hari itu sebenarnya pengen foto Endru,karena diakan lagi jadi penganten sunat. Tapi si Endru nangis pas mau difoto ya udah akhirnya foto sama mamanya aja. Sebenarnya seminggu sebelumnya Furi kasih tahu masih ada di Magelang. Ikut suaminya yang tugas di sana(TNI),tapi ternyata pas hari H dia bisa datang. Ah senangnya.

 

Biasa deh,kalo ibu ibu dah ngumpul apa aja diomongin. Dari mulai Rani yang bilang disuruh dokter ikut steril karena sudah tiga kali operasi caesar. Padahal dia pengen banget punya anak cewek,tapi ternyata pabriknya harus ditutup. Lalu dengan nyantainya dia bilang”Iya sih pabriknya dah ditutup,tapi kegiatan bikin anak mah jalan terus,wkwkwk.” Rani ini orangnya ramah,rame,ngelawak mulu dan suka makanan pedas. Ulang tahunnya cuma beda sehari sama Furi. Kalo Rani tgl 10 April si Furi tgl 11 April. Jadi dua hari berturut turut saya ditraktir makan sama mereka. Enakkan?

 

Kalo Furi agak pendiam,pintar dan fans garis keras drakor. Anaknya yang baru berumur 3tahun(Andine),dah diracunin drakor sama dia. Di rumah kalo Furi lagi gabut pasti nonton drakor sama Andine. Meskipun si Andine ga ngerti jalan cerita drakornya,tetep aja dia setia menemani mamanya. Kalo kata si Furimah anaknya langsung joget joget begitu disetel lagu lagu Korea. Furi ini suka traveling,sebelum nikah kerjaannya kelayapan mulu. Di FBnya penuh sama foto fotonya ketika jalan jalan ke luar kota atau ke luar negeri. Dan sebagai pecinta sejati drakor dia dah pernah ke Korea Selatan.

 

Kalo Yayuk hampir sama kayak Rani,orangnya ngelawak mulu. Volumenya suaranya ga bisa kecil,apalagi kalo lagi ketawa bikin anak bayi yang lagi bobo jadi kebangun. Si Yayuk ini punya hobby bikin kue dan saya beruntung sering icip icip gratis kue buatan Yayuk.

 

Si Rani anaknya tiga,Yayuk anaknya dua dan saya bareng Furi kebetulan baru punya anak satu. Kalo ditanya pengen nambah anak ga?ya pengenlah tapikan belum dikasih sama Sang Pencipta jadi sabar aja. Cerita juga soal Nia yang tiga hari lalu baru saja melahirkan anak pertamanya. Si Nia lumayan sabar karena harus menunggu 8tahun sampai akhirnya dikasih kepercayaan oleh Allah SWT. Sebenarnya pengen banget nengokin Nia,tapikan sekarang dia tinggalnya di Bandung. Harus cari waktu yang tepat supaya kami berempat bisa barengan ke Bandung nengokin anaknya Nia. Udah ya guys,postingannya sampai sini saja. Intinya saya senang bisa berkumpul bersama mereka.

Lagi Pengen Nyanyi

Lagi lagi soal Dilan,mumpung masih hangat. Please,buat kalian yang ga suka film Dilan,jangan baca postingan ini. Judul lagunya Dulu Kita Masih SMA dan penyanyinya Yunis Novila Ajeng.Bukan penyanyi terkenal di Indonesia tapi suaranya lumayan bagus.

 

Ngomongin Dilan berarti ngomongin Pidi Baiq. Pidi Baiq adalah seniman multitalenta asal Bandung. Dia adalah penulis novel,dosen,ilustrator,komikus,musisi dan pencipta lagu. Namanya mulai dikenal melalui grup band The Panas Dalam yang didirikan tahun 1995.

 

Bukunya Pidi Baiq antara lain berjudul Milea(suara dari Dilan),Dilan bagian kedua,Drunken Molen,Drunken Monster,Drunken Marmut,Drunken Mama,Al Asbun,Hanya Salju dan Pisau Batu dan lain lain. Kebetulan beliau lulusan ITB yang lumayan sukses bikin novel best seller.

 

Lagu Dulu Kita Masih SMA sudah ada di angka 2juta viewer dan diupload sejak 4 bulan yang lalu. Sebenarnya ada beberapa lagu soundtracknya Dilan,cuma kali ini saya hanya ingin membahas satu saja. Liriknya sebagai berikut:

Dulu kita masih remaja

Usia anak SMA

Di sekolah kita berjumpa

Pulang pasti kita berdua

Dan kini kamu ada di mana

Dan kini rindu apa kabarmu

Dan ingin lagi,dan ingin lagi

Jumpa

Dulu kita masih bersama

Asmara anak SMA

Aku suka selalu denganmu

Di atas motor berdua

 

Sampai hari ini tanggal 7 Februari 2018 jumlah penonton film Dilan sudah mencapai angka 4,3juta. Wow,angka yang fantastis. Mungkin bisa mengalahkan jumlah penonton film Pengabdi Setan. Kalau dulu ada Cinta dan Rangga,sekarang ada Dilan dan Milea. Banyak netizen yang berharap Iqbal dan Vanesha jadian beneran. Tapi realnya Vanesha malah pacaran sama Adipati Dolken. Buat yang tidak suka sampe bikin hastag #antikangadi.

 

Lahh ini netizen gimana ya?Vanesha aja mau sama Adipati Dolken,kenapa mereka yang ribut. Begitulah kalau manusia tidak bisa membedakan antara film dan dunia nyata. Hidup tidak seindah kisah film romantis. Jadi daripada ribut bikin tweetwar mending damai aja.

 

Lirik lagu Dulu Kita Masih SMA terasa manis dengan musik yang catchy dan mudah membuat setiap orang yang mendengarnya terngiang. Dulu film AADC sempat ngehits dengan lagu lagu dari Melly Guslaw antara lain berjudul Ada Apa Dengan Cinta,Bimbang,Tentang Seseorang,Kubahagia dan Suara Hati Seorang Kekasih. Kali ini soundtrack film Dilan pencipta lagunya Pidi Baiq. Penulis,sutradara bersama Fajar Bustomi sekaligus pencipta lagu Dulu Kita Masih SMA. Lengkaplah sudah.

 

Ada yang bilang film Dilan datar karena konfliknya kurang menonjol,ada yang bilang film Dilan kurang sempurna karena banyak adegan tidak perlu di dalamnya. Biarkan saja,film yang bagus harus mau menerima kritik dari para penontonnya. Semoga nanti Dilan yang kedua lebih bagus lagi. Bangga film Indonesia bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri. Jadi buat kalian yang selama ini ngefans sama film Hollywood,gapapa jika sekali kali nonton film Indonesia.

3 Tahun

Tak terasa saya sudah menempati rumah bernama WordPress selama tiga tahun. Sebenarnya sudah sejak tahun 2010 saya bikin blog,tapi masih pakai blogspot. Mulai di WordPress bulan Januari 2015. Saya ingat sekali waktu itu lagi gabut di kantor,teman di samping saya sibuk buka FB. Pengen buka FB saat itu tapi saya bosan.

Entah kenapa tiba tiba pengen bikin blog di WordPress. Sepertinya tampilan di WordPress cukup menarik. Awalnya saya hanya jadi silent reader. Lama lama mulai berani komentar di blog orang lain. Seru berasa punya teman di dunia nyata.

Dulu saya tidak pernah peduli kalimat yang saya tulis terdiri dari berapa kata di setiap postingan. Sekarang saya berusaha konsisten setiap postingan minimal 400kata. Selalu kagum dengan blogger blogger kondang yang tampillannya sampai di angka 5juta.

 

Terimakasih WordPress,karena kamu saya jadi kenal tulisan bagus milik Teteh Ida,Ikha,Fadel,Maya dan lainnya. Referensi musik saya jadi bertambah ketika baca blognya Mas Abdul. Thanks Mas Abdul Djalil. Vera blogger dari Blitar yang punya kesamaan dengan saya. Sama sama penyuka sepatu flat. Nuna blogger Kalimantan yang tulisan galaunya bikin saya terpesona(maaf Na). Asti blogger dari Sulawesi yang sekarang lebih suka hiatus. Eh,tapi kayaknya sekarang si Asti dah aktif lagi. Paling juga beberapa bulan ke depan hiatus lagi(maaf Ti). Geraldine yang sekarang dah jadi penganten baru,aku sering mampir di blog kamu Ge(maaf nama kamu kusebut).

 

Ada seseorang yang jarang komentar di blog saya,tapi sekalinya dia berkomentar membuat saya mengerutkan kening. Gaya berkomentarnya penuh analisa seperti seorang dosen membaca bab pertama skripsi seorang mahasiswa. Ketahuan banget orang ini pintar dan membuat saya sempat mampir beberapa kali di blognya.

 

Ada seseorang yang pernah komentar hanya dengan satu kalimat di blog saya,tapi mampu membuat saya ngakak guling guling. Ini pas saya lagi bikin postingan soal CELUP. Ada Kang Andri yang tidak bisa membedakan tulisan saya ikan dan iklan. Btw Kang,nanti kalau saya ke Cirebon pengen kopdar sama Kang Andri dan pengen nyobain nasi jamblang.

 

Dulu ketika saya SMA,rajin banget bikin tulisan di buku diary. Alasannya karena buku diary itu pemberian si pacar. Tapi ketika saya pindah rumah,buku diary itu ketinggalan. Pasti yang menemukan buku itu akan senyum sendiri baca tulisan galau saya ketika ABG. Saya masih ingat buku diary itu didominasi warna pink,merah marun dan putih. Kertasnya masih wangi ketika saya buka pertamakali. Buku diary pertama dari pacar pertama.

 

Postingan saya di WordPress baru sedikit(47post)dan 471komentar. Saya pernah hiatus lama jadi bukan tipe orang yang produktif. Semoga masih ada yang mau baca tulisan saya,tulisan seorang blogger cupu.

Sakur Kurnia alias Jedi

 

Innalillahi wainnaillaihi rojiun. Kemarin tgl 25 Januari 2018 salah satu sahabat saya dipanggil Sang Pemilik Kehidupan. Namanya Sakur Kurnia alias Jedi, meninggal dunia karena sakit tifus dan radang paru paru. Meninggal di usia 33tahun dan status masih lajang.

Lima tahun yang lalu saya pernah satu kantor sama Jedi di daerah Jakarta Barat. Sosoknya selalu ceria dan suka selfie. Ketika dia sudah pergi banyak teman teman yang menulis di linimasa Jedi. Contohnya seperti di atas. Banyak orang yang menangisi kepergiannya.

 

Seminggu sebelum Jedi meninggal dia tulis status seperti ini di media sosial miliknya “Kita tidak dapat memilih akan dilahirkan seperti apa dan bagaimana. Akan tetapi kita dapat memilih akan meninggal seperti apa. Jadi jangan berkecil hati dan jangan sombong.”

 

Mungkin statusnya itu sebuah firasat,entahlah. Kalau ada yang bertanya kenapa dirinya dipanggil Jedi saya juga lupa alasannya. Yang jelas dia lebih terkenal dengan panggilan Jedi dibanding Sakur. Dulu bertiga bareng Jedi dan Eli sering banget makan mie ayam enak di dekat Citraland. Biasanya sepulang kerja. Jedi dan Eli bisa dibilang manusia manusia absurd di kehidupan saya. Tapi selalu bisa bikin saya ketawa ngakak. Contohnya naik angkot pake kacamata hitam. Mereka berdua yang melakukan,saya tidak berani. Trus di dalam angkot ada perempuan yang menatap sinis ke Jedi dan Eli. Pasti pikirnya nih manusia norak banget sih,pake kacamata hitam di dalam angkot. Kalo di pinggir pantai sih masih wajar.

 

Sedetik kemudian si Jedi langsung nyolot karena diperhatikan dengan pandangan menjijikkan dari ujung kaki ke ujung kepala. Terjadilah percakapan seperti ini:

Jedi:”Eh,elo dari tadi ngeliatin gw kayak gitu kenapalo??Baru pertamakali ya liat orang pake kacamata??”

Si cewek di angkot itu ga kalah nyolot langsung jawab:”Eh,inikan mata gw,terserah gw dong mau liat kemana kek.”

Eli:”Mba,kalo ngeliatin orang biasa aja dong jangan kayak gitu.

“Eh,elo jangan ikut campur mentang mentang temennya.”

Jedi:”Kalo ngeliatin biasa aja dong. Pengen gw colok ya matalo?!”

Akhirnya si cewek itu segera turun dari angkot. Dan setelah itu ketika bertiga ketawa ngakak sampe diliatin sopir angkot. Pokoknya si Jedi ini kalo udah marah mirip emak emak banget dah. Dulu si Eli pernah pacaran sama cowok inisial A. Ternyata si A ini selingkuh. Dan pada akhirnya si Jedi yang ngelabrak si A. Pokoknya dia paling ga suka teman temannya disakitin. Setia kawan nomor wahid makhluk yang satu ini.

 

Ada beberapa teman saya yang berkomentar kalo Jedi perilakunya “belok”. Dan saya tidak pernah peduli, karena selama saya berteman dengannya dia tidak pernah merugikan saya. Mungkin sisi lain yang itu saya tidak mendukung. Tapi percayalah saya sangat nyaman berteman dengannya. Makhluk seperti ini enak  banget dah kalo dijadikan teman curhat,mungkin karena perasaan mereka lebih halus dibanding cewek. Saya selalu mendoakan yang terbaik untuk Jedi. Dan ketika saya menulis ini terselip Al Fatihah untuknya.

Ikan

Tiga hari yang lalu Jasmine mendapatkan tugas membuat ikan dari kertas origami. Tugas mata pelajaran SBK(Seni,Budaya dan Kerajinantangan). Dapat tugas hari Senin dan dikumpulkan hari Rabu. Begitu sampai rumah dia langsung buka Youtube dan lihat tata cara bagaimana membuat prakarya ikan dari kertas origami. Hasil pertama masih jelek,hasil kedua juga masih jelek,bentuknya tidak beraturan. Hasil yang ketiga sudah lumayan bagus walaupun tidak sempurna. Akhirnya ketika malam Bapaknya pulang kerja langsung disuruh bantuin bikin ikan dari kertas origami. Untuk mata dan siripnya bisa dibentuk pakai spidol.

 

Sekarang mau ngomongin ikan dalam bentuk yang nyata. Jujur,saya tidak terlalu suka makan ikan. Salah satu alasannya karena ikan banyak durinya. Waktu kecil ketika makan ikan, durinya sempat nyangkut di tenggorokan dan susah banget mengeluarkannya. Kalo disuruh memilih menu makan siang hari ini, kayaknya saya lebih memilih makan ayam bakar atau bebek bakar. Duh,padahal Ibu Menteri KKP sudah sosialisasi betapa pentingnya banyak mengkonsumsi ikan.

 

Ibu Menteri yang satu ini hebat euy,cuma lulusan SMP tapi kepintarannya di atas rata rata. Sudah menenggelamkan ratusan kapal pencuri ikan di Indonesia. Sukses terus ya Bu Susi dan tolong kurangi konsumsi rokok.

 

Dari data SOFIA,produksi ikan di dunia pada tahun 2025 diproyeksikan sebesar 196juta ton yang terdiri dari 52% berasal dari perikanan budaya dan 48% dari perikanan tangkap. Akronim SOFIA adalah The State of Word Fisheries and Aquaculture.

 

Berbicara tentang ikan pasti berhubungan dengan nelayan. Tepatnya pada tanggal 8 Januari 2018 beberapa nelayan  mengadakan demo di Jakarta dan kota lainnya di Indonesia. Demo mengenai pelarangan pemakaian cantrang pada saat menangkap ikan di laut. Mereka mengeluhkan pendapatan yang berkurang karena pelarangan pemakaian cantrang. Padahal pelarangan cantrang memiliki maksud yang baik yaitu untuk melindungi ekosistem di laut

 

Larangan penggunaan cantrang itu seharusnya berlaku sejak tahun 2015 namun diundur hingga akhir tahun 2017. Hingga kini pemerintah masih belum juga menentukan sikap. Kebijakan pelarangan cantrang diwujudkan lewat Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 karena dianggap tidak ramah lingkungan.

 

Sejumlah nelayan sudah menyatakan penentangan larangan tersebut,khususnya di kawasan Pantai Utara Jawa. KKP(Kementerian Kelautan dan Perikanan) berpendapat cantrang yang berdiameter hingga 2000meter dapat menyapu dasar lautan dan merusak karang sementara jaringnya dapat menangkap ikan ikan kecil,sehingga berpotensi merusak ekosistem laut di masa depan.

 

Kecuali cantrang tradisional yang belum dimodifikasi tergolong ramah lingkungan. Sedih kalau misalkan beberapa puluh tahun ke depan laut Indonesia benar benar rusak. Semoga hal tersebut tidak benar benar terjadi. Jadi pengen nyanyi sebuah lagu yang berjudul Nenek Moyangku Seorang Pelaut. Lirik lagunya seperti ini:

Nenek moyangku seorang pelaut.

Gemar mengarungi luas samudera.

Menerjang ombak tiada takut

Menempuh badai sudah biasa

Angin bertiup layar terkembang

Ombak berdebur di tepi pantai

Pemuda berani bangkit sekarang

Ke laut kita beramai ramai

Divorce

Sebenarnya saya agak takut dan ngeri bikin postingan seperti ini. Takut kejadian di kehidupan saya,semoga saja tidak. Dua teman SMA saya sudah bercerai,padahal usia pernikahan mereka tidak jauh beda dengan usia pernikahan saya.

 

Kasus pertama,perempuan berinisial E. Cantik,berpenampilan menarik dan memiliki pekerjaan tetap. Suaminya lulusan S2 tapi pengangguran. Di awal pernikahan,suaminya sempat bekerja tapi tidak pernah betah di suatu perusahaan. Sering berganti pekerjaan dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Maunya kerja gaji gede dan jabatan mentereng mentang mentang lulusan S2. Karena terlalu gengsi dengan tawaran kerja yang biasa biasa saja,akhirnya suami si E ini jadi pengangguran. Jadi benalu di kehidupan istrinya. Sekian tahun seperti itu akhirnya E mengambil langkah tegas,bercerai. Untungnya pada saat bercerai mereka belum memiliki anak,jadi tidak terlalu banyak drama yang terjadi. Setelah bercerai tampaknya si E ini jauh lebih bahagia kalau saya lihat dari postingannya di media sosial.

 

Kasus kedua,perempuan berinisial Z sudah memiliki dua orang anak berusia 8tahun dan 2tahun. Si Z ini tiga hari yang lalu kirim WA ke saya. Cerita panjang lebar di WA mengenai pernikahannya yang berantakan. Dia yang cerita,saya yang nangis. Ketika hamil anak kedua si Z ini memutuskan resign dari kantornya. Keputusan yang dia sesali akhirnya. Sekarang si Z sibuk jualan kue online dan tinggal bersama orangtuanya. Suaminya si Z selingkuh,dan selingkuhannya itu hamil. Sebenarnya suaminya tidak ingin bercerai tapi si Z kekeh mengajukan gugatan perceraian. Hari gini,siapa juga yang mau dipoligami?? Kecuali istri istri pak ustad yang satu itu. Saya tidak menyalahkan istri istrinya,tapi males banget sama postingan pak ustad mengenai poligami. Kesannya urusan selangkangan diumbar ke publik. Saya tahu,di Islam poligami diperbolehkan. Tapi ibarat pintu darurat di sebuah pesawat,hanya dilakukan pada saat “urgent”.

 

Sebenarnya perceraian si Z sudah terjadi sejak setahun yang lalu. Saya baru tahu karena baru tukeran nomor WA di inbox FB tiga hari yang lalu. Ga tahu,tiba tiba aja si Z ini komentar di FB saya trus lanjut saya yang tanya kabar dia melalui inbox.

 

Sebelum menikah si Z ini pacaran tiga tahun dengan suaminya. Dulu saya sempat dikenalkan dengan calon suaminya. Bahkan ketika mereka menikah di Bandung saya sempatkan datang,padahal biasanya saya paling malas kalau disuruh kondangan ke luar kota.

 

Suaminya sosok yang sangat sopan ketika berbicara,sekian tahun menikah sepertinya mereka tidak pernah berantem hebat. Ini berdasarkan penuturan si Z. Tapi dibalik sikapnya yang sangat santun,ternyata dia tidak setia. Tega meninggalkan anak istri demi pelakor yang mungkin kwalitasnya tidak lebih baik dari istrinya.

 

 

Permen Karet

Adakah diantara kalian ketika kecil tidak pernah merasakan nikmat dan manisnya permen karet?kayaknya nggak ada deh. Masa kecil adalah masa yang paling tepat untuk merasakan berbagai jenis permen,dari mulai permen karet,permen yupi,permen kopiko dan berbagai jenis permen lainnya. Kalimat pembuka tentang permen karena ada hubungannya dengan si A dan si V yang sedang hangat dibicarakan di media online. Si A pernah berkata seperti ini”selingkuh itu seperti makan permen karet,terasa nikmat dan manis di awal tapi di akhir terasa hambar. Mau dibuang susah,lengket banget. Wkwkwk” Kalo ada yang bilang omongan adalah doa itu kejadian di hidupnya si A. Istrinya selingkuh,entahlah ini benar atau tidak saya ga mau bahas.

 

Kasihan sama anak anak mereka. Salah satu anak mereka bikin status seperti ini”having someone to love is FAMILY. Having somewhere to go is HOME. Having both is a BLESSING.” Kasihan baca statusnya,pasti dia lagi sedih menghadapi realita di kehidupannya. Sabar ya nak,badai pasti berlalu.

 

Kalo ada yang bilang selingkuh itu bikin hidup lebih hidup,yup betul. Kalo ada yang bilang selingkuh itu petualangan paling seru,yup betul. Kalo ada yang bilang selingkuh itu manis seperti permen karet,yup betul. Tapi lakukanlah sebelum menikah,kalo kejadiannya setelah menikah kasihan anak anak akan menjadi korban.

 

Saat ini orang yang paling dicari wartawan mungkin laki laki inisial JT. Beliau dapat julukan “good friend and good service.” Si JT hadir diantara si A dan si V. Dan kabarnya si JT dan si V pernah liburan bareng di Singapore. Dan menurut media online itu si JT adalah kader partai G. Kok ini berasa ada nuansa politik ya?entahlah.

 

Apa yang akan saya lakukan jika hal tersebut terjadi di kehidupan saya?entahlah mungkin saya akan terus bertanya,”pergi atau bertahan?pergi atau bertahan?pergi atau bertahan?”begitu aja terus pertanyaannya sampe saya pusing. Mudah mudahan hal seperti itu tidak akan pernah terjadi di kehidupan saya,amin.

 

Saya tidak ingin menyalahkan salahsatu pihak,pasti ada andil dua duanya sampai terjadi hal seperti itu. Entah suaminya yang terlalu sibuk atau istri yang pada awalnya cuma butuh teman curhat. Ga ada yang sempurna di dunia ini. Si A itu ganteng,tajir,pinter,terkenal punya jabatan kurang apalagi coba?walaupun sekarang sedang tersandung kasus hukum.

 

Keluar dari penjara masih banyak yang mau menampung dia jadi tokoh politik atau jabatan mentereng di perusahaan besar. Banyak penggemarnya dari kaum hawa yang akan selalu mendukungnya. Dan banyak penggemarnya yang nangis dengar berita ini. Berharap cuma sekedar berita hoax.

 

Saya bukan salah satu fans beliau tapi kasihan lihat anak anaknya yang ikut jadi korban. Semoga diberikan jalan keluar yang terbaik dari Sang Pemilik Kehidupan.

Mistis

Sumber:pixabay.com

Happy new year teman teman,semoga kalian selalu semangat menapaki hari demi hari di 2018. Maaf ucapannya telat. Ini kejadiannya kira kira setahun yang lalu. Saya baru pulang kerja kira kira jam sepuluh malam. Waktu itu situasinya sehabis turun hujan. Masih ada gerimis kecil yang tersisa.

 

Baru saja ingin membuka pagar rumah. Entah kenapa saya ingin menengok ke sebelah kiri. Jarak sepuluh meter dari pagar rumah memang ada lapangan kecil untuk main bola. Di pinggir lapangan itu ada beberapa pohon kelapa. Disalah satu pohon kelapa itu ada perempuan lagi duduk. Dalam hati saya bilang”ini orang ngapain malam malam ada dibawah pohon kelapa?bukannya tidur?”.

 

Perempuan itu duduk dengan posisi bersilang kaki. Memakai baju panjang warna hitam,rok panjang warna hitam dan kerudung warna hitam. Mukanya tertunduk ke bawah. Semakin lama saya semakin fokus menatap ke arahnya. Kayaknya ada sesuatu yang aneh. Tiga detik kemudian saya baru sadar dia bukan manusia. Melainkan makhluk halus berbaju hitam. Udara disekitar saya langsung berubah mencekam. Terasa ada hawa dingin yang aneh. Bulu kuduk di belakang leher langsung berdiri. Saya segera beristighfar. Tapi rasa takut terus menghantui. Segera saya buka pagar lalu lari ke dalam rumah.

 

Harusnya saya kasih judul”hantu di bawah pohon kelapa.” Tapi kayaknya kalo pake judul itu terlalu panjang. Jujur saja saya tidak punya indera ke enam yang bisa melihat hantu. Untung saja hantu itu tidak menampakkan wajahnya. Kalau dia berani menampakkan wajahnya mungkin saya bisa pingsan.

Mungkin saat itu hantunya lagi jail,jadi deh saya yang kena melihat penampakkannnya. Besoknya saya cerita ke Ibu saya mengenai kejadian semalam. Kata Ibu saya itu mungkin penampakkan si Ibu W yang pernah jadi korban kecelakaan. Ibu W ini pernah beberapa kali datang ke rumah semasa hidupnya. Karena dia teman Ibu saya di satu komunitas mengaji. Entahlah,bener apa nggak itu hantu namanya Ibu W,soalnya saya tidak sempat berkenalan.

 

Hikmah positif setelah saya berhasil melihat hantu adalah saya tidak terlalu takut berada sendirian di tempat gelap atau tempat yang sepi. Paling dalam hati saya bilang”assalammualaikum tolong jangan ganggu.” Biasanya mereka nurut tidak menampakkan dirinya. Dulu saya punya temen kantor namanya Mariska. Dia ini bisa melihat hantu. Dia bilang karena faktor keturunan. Setiap jalan sama dia kalo tiba tiba raut wajahnya berubah saya udah yakin banget ada hantu di sekitar kita. Nah,kalo misalkan kejadiannya hari ini baru deh besoknya saya tanya ke dia mengenai deskripsi si hantu. Macem macemlah dia ceritanya,dari mulai hantu muka merah,hantu tanpa kepala,hantu setinggi pohon kelapa.

 

Intinya kalo kita takut sama mereka maka mereka akan semakin berani dan jail. Itu kata Mariska. Makanya kita harus berani karena derajat manusia lebih tinggi dari mereka. Btw,pada saat nulis ini sebenarnya saya lagi kurang fit. Kata dokter sakit asam lambung plus diare,okedeh waktunya minum obat,udah dulu yaa.

 

CELUP

Sumber:google

Jujur saja,saat ini saya tidak memilili ide apapun untuk membuat postingan baru. Anggap saja ini postingan receh karena setiap hari saya meminum teh celup Sariwangi untuk menemani sarapan di pagi hari. CELUP yang saya maksud merupakan akronim Ceklek,Lapor dan Upload. Idenya berawal dari seorang mahasiswi berinisial N yang kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual,salah satu kampus swasta di Jawa Timur.

 

Kampanye celup digagas si N tersebut dengan alasan untuk tugas kuliah. Tapi banyak ditentang para netizen karena melanggar privasi seseorang dan UU ITE. Tagline”selamatkan ruang publik kita,pergoki mereka!laporkan kepada kami.”

 

Tapi ternyata si N terciduk upload foto mesra dengan pacarnya di ruang publik. Setting lokasinya di sebuah tempat wisata dengan background tenda kemah. Inikan berasa aneh,dia yang ngelarang orang bermesraan di tempat umum tapi dia sendiri melakukan. Beberapa saat setelah si N dihujat di sosmed,IGnya langsung hilang.

 

Pesan moralnya adalah marilah kita semua instrospeksi diri. Sebelum melarang seseorang berbuat ga bener,lebih baik kita ambil kaca trus berbicara ke diri sendiri”ini saya dah benar pa belum ya?.” Daripada akhirnya dihujat di sosmed dibilang munafik,ga tau diri trus dibilang suruh beli kaca kan jadi malu. Di luar negeri ambil foto seseorang tanpa izin bisa dianggap pidana.

 

Mungkin Indonesia bisa dianggap sudah darurat kepo. Contohnya kasus celup mencelup ini. Ditambah lagi seorang Ibu yang mengupload foto dua orang laki laki sedang berpelukan di tempat umum. Padahal mereka kakak adik yang sudah empat tahun tidak bertemu. Mereka bukan gay. Setelah kejadian itu si adik depresi lalu takut ke luar rumah. Ibu yang mengupload video itu sudah minta maaf,tapi tetap saja mental si adik dah terlanjur depresi sehingga takut keluar rumah.

 

Setelah dikonfirmasi oleh seorang wartawan,bahkan pihak kampus menyanggah ada kampanye Celup. Entahlah apakah ini murni inisiatif mahasiswi tersebut atau memang tugas kuliah. Memang sih risih melihat orang bermesraan di tempat umum. Tapi lebih baik ditegur baik baik daripada upload foto atau video trus disebarkan di sosmed. Indonesia memang masih menganut budaya Timur tapi alangkah baiknya menegur orang yang salah dengan cara yang baik.

 

Saya sendiri jujur pernah melihat sepasang kekasih berciuman di sebuah restoran. Kalau ciuman pipi sih masih wajar,lah ini ciuman bibir. Justru yang melihat merasa malu. Yang melakukan malah sepertinya biasa biasa saja tidak ada rasa bersalah. Astagfirulalhazim. Sebenarnya pengen negur tapi ga berani,cowoknya orang bule gitu badannya tinggi gede. Ceweknya orang Indonesia. Saat itu saya hanya berdua dengan Novi,teman saya.

 

Masalah celup mencelup mungkin masih ramai diperbincangkan di sosmed untuk dua hari ke depan. Semoga tidak adalagi kampanye seperti ini. Lebih baik ditegur dengan sopan daripada foto atau video diupload di sosmed.